Sultan Tidore, Kandidat Gubernur untuk Semua Kalangan

286
Sultan Tidore, Husain Alting Sjah (Foto: Warta Sofifi)

WartaSofifi.id – Optimisme menyelimuti langkah PDI Perjuangan di Provinsi Maluku Utara jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan berlangsung pada 27 Oktober 2024.

Muhammad Sinen, yang akrab disapa Ayah Erik, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku Utara, menegaskan bahwa partai berlambang banteng ini tengah mempersiapkan langkah strategis yang matang untuk memastikan kemenangan kandidat yang mereka usung.

Dalam wawancara eksklusif dengan sejumlah wartawan di Sofifi, Jumat (20/9/2024), Ayah Erik memaparkan komitmen partai dalam menjaga konsolidasi dan pergerakan politik yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Ayah Erik mengungkapkan, sejak PDI Perjuangan merekomendasikan kandidat yang akan bertarung dalam Pilgub, seluruh elemen partai mulai dari pengurus, tim strategi, hingga relawan telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan politik di lapangan.

Kolaborasi yang kuat antara partai dan masyarakat, menurut Ayah Erik, adalah kunci keberhasilan PDI Perjuangan dalam menghadapi kompetisi politik ini.

“Sejak awal, partai dan kandidat yang kami usung terus bergerak tanpa henti. Kami melakukan konsolidasi, menyusun strategi, dan bergerak bersama masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara. Kolaborasi ini yang membuat saya yakin, pada tanggal 27 Oktober nanti, PDI Perjuangan bisa keluar sebagai pemenang,” ungkap Ayah Erik dengan penuh keyakinan.

Optimisme Ayah Erik tidak hanya lahir dari kerja keras internal partai, tetapi juga dari dukungan luas masyarakat yang semakin menguat.

PDI Perjuangan, kata Muhammad Sinen, tidak hanya berjuang untuk kemenangan politik, tetapi juga untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang inklusif dan pro-rakyat.

Dalam setiap langkahnya, PDI Perjuangan selalu memastikan bahwa visi dan misinya sejalan dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat.

“Harapan saya sebagai Ketua DPD adalah seluruh putra-putri terbaik Maluku Utara, terutama mereka yang diusung oleh PDI Perjuangan di 10 kabupaten/kota, bekerja keras dan berdoa dengan sepenuh hati. Ini bukan sekadar soal memenangkan pemilihan, tetapi bagaimana kita membawa perubahan nyata untuk Maluku Utara. Kami di PDI Perjuangan selalu berkomitmen untuk bekerja demi kepentingan rakyat,” tegas Ayah Erik.

Salah satu kandidat yang menjadi sorotan utama dalam Pilgub kali ini adalah Sultan Tidore, Husain Alting Sjah yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Menurut Ayah Erik, Sultan Tidore bukan hanya representasi wilayah Tidore, tetapi sosok yang merepresentasikan seluruh identitas Maluku Utara.

Sebagai figur budaya yang dihormati, Sultan Tidore dianggap mampu menyatukan masyarakat di tengah perbedaan politik dan membawa semangat kebersamaan di setiap langkahnya.

“Sultan Tidore adalah ikon besar Maluku Utara. Sebagai Sultan, beliau bukan hanya milik Tidore, tetapi milik seluruh masyarakat Maluku Utara. Kami melihat beliau sebagai sosok yang mampu mempersatukan kita di tengah perbedaan. Oleh karena itu, kami terus melakukan konsolidasi dan menyerukan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan, meski berbeda pandangan politik. Bagaimanapun, kita semua adalah satu, kita semua adalah bagian dari Maluku Utara,” ungkap Ayah Erik.

Ayah Erik juga mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan demokrasi.

Menurutnya, perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat.

Siapapun yang nanti terpilih sebagai gubernur, kata Ayah Erik, harus diterima sebagai pemimpin bagi seluruh warga Maluku Utara, bukan hanya bagi kelompok tertentu atau partai politik tertentu.

“Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih nanti, dia adalah gubernur bagi seluruh provinsi, bukan hanya gubernur partai atau kelompok tertentu. Inilah inti dari demokrasi, di mana perbedaan pandangan adalah hal biasa, tetapi tujuan kita semua harus sama, yakni untuk kebaikan dan kesejahteraan Maluku Utara. Saya menghimbau kepada semua partai politik, mari kita rawat demokrasi ini dengan baik. Mari kita jaga persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan politik,” pesan Ayah Erik dengan nada penuh harap.

Lebih lanjut, Ayah Erik menegaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki visi besar untuk menjadikan Maluku Utara sebagai provinsi yang lebih maju dan sejahtera.

Dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki, PDI Perjuangan berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ayah Erik meyakini, melalui kebijakan yang inklusif dan berpihak pada rakyat, PDI Perjuangan mampu membawa Maluku Utara ke arah yang lebih baik.

“Kami di PDI Perjuangan selalu berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Maluku Utara memiliki potensi yang luar biasa, baik dari segi sumber daya alam maupun budaya. Kami ingin memastikan bahwa potensi ini dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Melalui kebijakan yang inklusif, kami yakin Maluku Utara bisa menjadi provinsi yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berkeadilan,” pungkasnya.

Dalam menghadapi Pilgub 2024, PDI Perjuangan Maluku Utara terus mengedepankan semangat persatuan dan kerja keras.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, serta strategi yang matang, Ayah Erik yakin bahwa partainya mampu memenangkan pertarungan politik ini.

Namun, di balik kemenangan tersebut, ada harapan besar untuk merawat demokrasi, menjaga persatuan, dan membawa perubahan positif bagi seluruh masyarakat Maluku Utara.

Pilgub 2024 bukan hanya sekadar pertarungan politik bagi PDI Perjuangan, tetapi juga momentum untuk memperkuat fondasi demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas, Ayah Erik berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu padu untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Maluku Utara. (red)