Sherly Tjoanda Apresiasi Totalitas Peserta Pesparawi

31
Sherly Tjoanda tampak tersenyum saat berbincang dengan Naly Thomas di sela-sela penutupan Pesparawi, menunjukkan keakraban antara pemerintah dan panitia. Dok, Panitia Pesparawi

WARTASOFIFI.ID – Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menutup secara resmi Eksebisi Pesparawi dan Lomba Musik Yangere tingkat Provinsi tahun 2025 yang digelar di pelataran Kantor Kementerian Agama Malut, Minggu (14/9) malam. Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras panitia dan semangat 328 kontingen dari tujuh kabupaten/kota yang ikut serta.

Dalam sambutannya, Sherly menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi musik biasa, melainkan merupakan momen penting yang sarat makna, sebagai wahana untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat persaudaraan, dan memperkuat nilai-nilai toleransi antarumat beragama di seluruh Malut.

“Saya merasa sangat bangga dan terhormat berada di tengah-tengah peserta yang luar biasa ini. Karena tidak hanya suara indah yang kita dengar, tetapi juga pesan-pesan perdamaian, persaudaraan, dan cinta kasih disampaikan dalam setiap nyanyian,” ungkapnya dengan penuh kekaguman.

Menurut orang nomor satu di Malut ini, bahwa penyelenggaraan Pesparawi dan Lomba Musik Yangere tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi, tetapi juga berdampak nyata terhadap kehidupan spiritual umat Kristiani.

“Melalui kegiatan seperti ini dapat memberi dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas keimanan, khususnya bagi umat Kristiani, di samping untuk meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan antarumat Kristen serta menjalin toleransi antarumat Kristen dengan umat beragama lainnya,” tegas Sherly.

Sherly Tjoanda memberikan sambutan resmi di hadapan peserta dan tamu undangan pada penutupan Pesparawi Malut 2025. Dok, Biro Adpim Malut.

Selain mengapresiasi semangat para peserta, Gubernur Sherly juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan di seluruh wilayah Malut. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya mencakup penyelenggaraan acara, tetapi juga penguatan fasilitas dan sarana penunjang agar setiap kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan optimal.

Lebih lanjut, Sherly menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan suasana kebersamaan dan toleransi. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, umat beragama, dan komunitas lokal menjadi fondasi bagi percepatan pembangunan sekaligus mempererat persaudaraan di Malut.

“Tentunya Pemprov Malut akan terus berupaya memberikan dukungan, dalam hal peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur pendukungnya. Terkait dengan itu, melalui kesempatan ini saya mengajak umat Kristiani bersama elemen masyarakat Malut untuk saling bergandengan tangan mendukung terwujudnya percepatan pembangunan menuju Malut Bangkit,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Naly Thomas, dalam laporan singkatnya menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Eksebisi Pesparawi dan Lomba Musik Yangere Malut Tahun 2025 telah berjalan dengan lancar sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa persiapan matang sejak awal, koordinasi yang baik antarpanitia, serta semangat tinggi dari 328 kontingen dari tujuh kabupaten/kota menjadi faktor penting kesuksesan acara.

Naly menambahkan bahwa setiap sesi kegiatan, mulai dari latihan, lomba, hingga penutupan, berlangsung tertib dan penuh dengan semangat kebersamaan, sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus mengesankan bagi semua pihak yang terlibat.

Lebih jauh, Naly Thomas menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi musik, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, toleransi, dan kerja sama antarumat Kristen di Malut.

“Hasil pelaksanaan kegiatan Eksebisi Pesparawi dan Lomba Musik Yangere Malut Tahun 2025 terlaksana dengan sangat baik sesuai jadwal dan rencana yang telah ditetapkan, dengan suasana sukacita, tertib, aman, lancar, dan penuh dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Dia berharap keberhasilan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan dan seni musik di masa depan, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Malut dalam mendukung semua program yang memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai toleransi.

Sherly Tjoanda menyerahkan bonus secara simbolis kepada pemenang Pesparawi dan Lomba Musik Yangere 2025. Dok, Biro Adpim Malut.

Berdasarkan keputusan dewan juri dengan SK 001/LMY/IX/2025 tertanggal 13 September 2025, Halmahera Barat ditetapkan sebagai juara umum dengan 88 poin. Disusul Halmahera Utara di posisi kedua (84 poin), Halmahera Timur di posisi ketiga (82,5 poin), Halmahera Tengah sebagai Harapan I (80 poin), Tidore Kepulauan sebagai Harapan II (78,5 poin), dan Kota Ternate sebagai Harapan III (77 poin).

Para pemenang nantinya akan mewakili Malut pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, pada Juni 2026. Malut sendiri memiliki rekam jejak membanggakan pada Pesparawi Nasional 2018 lalu dengan meraih 8 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Mengusung tema “Aku hendak memuji Tuhan untuk segala waktu (Mazmur 34:2a),” Pesparawi tahun ini dipandang melalui kacamata pluralisme sebagai pesta lintas agama. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kebersamaan dapat diwujudkan melalui musik dan pujian.

Rangkaian penutupan kegiatan ditandai dengan ibadah, pengumuman pemenang, penyerahan piala, hingga penurunan Bendera LPPD sebagai tanda resmi berakhirnya perhelatan. Acara kian semarak dengan persembahan aubade Yangere dari seluruh kontingen yang menghadirkan salam kasih dan suka cita bagi seluruh hadirin.

Sumber: Rilis Biro Adpim Malut