Samsuddin Abdul Kadir di Mata Abubakar Abdullah: Pemimpin yang Visioner

228
Pj Gubernur Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, bersama Pj Sekda Malut, Abubakar Abdullah, berpose dengan para penulis buku Samsuddin Abdul Kadir: Anak Kolong yang Sukses Jadi Pamong dan kepala OPD di lingkup Pemprov Malut. Foto ini diambil saat acara peluncuran buku yang berlangsung di ruang rapat lantai 4 Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, pada Senin, 20 Januari 2024.

WARTASOFIFI.ID – Nama Samsuddin Abdul Kadir menjadi simbol kepemimpinan yang tangguh dan penuh integritas dalam pemerintahan daerah. Dalam bukunya Samsuddin Abdul Kadir: Anak Kolong yang Sukses Jadi Pamong, Pj Sekda Maluku Utara, Abubakar Abdullah, memberikan testimoni mendalam tentang perjalanan dan kepemimpinan Samsudin, yang telah membawa Maluku Utara menuju perubahan signifikan.

Abubakar Abdullah mengenang perkenalannya dengan Samsuddin yang dimulai sejak mereka bertugas bersama di pemerintahan Maluku Utara pada masa kepemimpinan K.H. Abdul Ghani Kasuba dan Ir. Muhammad Natsir Thaib, Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2014-2019.

Pada saat itu, Samsuddin menjabat sebagai Kasatpol Pamong Praja dan Kadis Pariwisata, sementara Abubakar menjabat sebagai Sekretaris DPRD.

“Perkenalan saya dengan Pak Samsuddin dimulai saat kami bekerja bersama sebagai pejabat Eselon II. Ketika itu, beliau baru dilantik menjadi Kasatpol Pamong Praja dan Kadis Pariwisata, sementara saya menjabat sebagai Sekretaris DPRD,” kenang Abubakar.

Namun, hubungan keduanya semakin erat ketika Samsuddin dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara. Kemudian berselang waktu yang tidak lama Abubakar, dipercayakan menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah, ditunjuk untuk membantu Samsuddin dalam mengelola birokrasi dan pemerintahan.

“Ketika beliau dipilih sebagai Pj Gubernur, saya dipanggil dan diminta untuk membantu beliau sebagai Pj Sekda. Secara pribadi, saya melihat adanya aura keikhlasan dan ketulusan pada beliau, yang sangat jelas terlihat ketika kami memulai pembicaraan,” ujar Abubakar.

Keputusan untuk menunjuk Abubakar bukanlah hal yang mudah. Pada saat yang sama, ada beberapa kolega lain yang juga diendors untuk posisi tersebut. Namun, dengan pengalaman panjang yang dimiliki Samsuddin, beliau mampu membaca situasi birokrasi yang penuh tantangan, terutama dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang mengancam stabilitas pemerintahan daerah.

“Samsuddin dengan bijak mengambil langkah strategis, termasuk mengangkat Pejabat Langsung Harian (PLH) dan memperpanjang masa jabatan mereka untuk menjaga stabilitas pemerintahan daerah,” kata Abubakar.

Pada Agustus 2024, Abubakar dilantik sebagai Pj Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, tepat pada Rabu, 7 Agustus 2024. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Nuku, Sofifi, dan menjadi langkah penting dalam karier kepemimpinan Abubakar.

Namun, ia menekankan bahwa pelantikan tersebut bukan hanya sekadar jabatan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Bagi saya, jabatan ini adalah bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan baik. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi juga tanggung jawab besar sebagai abdi negara. Dalam tugas saya, saya mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dinas dan lembaga teknis daerah, memantau pelaksanaan kebijakan pemerintahan, dan membina administrasi serta aparatur pemerintahan daerah,” ujar Abubakar.

Samsuddin, yang dikenal dengan ketenangannya, mampu mengelola birokrasi yang penuh dengan tantangan. Abubakar menyatakan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh Samsuddin sangat strategis dan efektif dalam menghadapi perubahan regulasi yang cepat serta dinamika sosial dan politik yang terjadi di lingkungan pemerintahan.

“Pak Samsuddin berhasil menjalankan manajemen birokrasi dengan sangat baik. Dalam menghadapi perubahan regulasi yang cepat dan sosial budaya yang beragam di kalangan ASN Maluku Utara, beliau selalu tenang dan menggunakan pendekatan manajerial yang modern,” ujar Abubakar.

Lebih lanjut, Abubakar menyebutkan bahwa salah satu kunci keberhasilan Samsuddin dalam memimpin adalah pemahaman terhadap konsep-konsep manajerial yang diajarkan oleh tokoh-tokoh terkenal di bidang manajemen, seperti Henry Fayol.

Konsep-konsep ini menekankan pentingnya organisasi yang dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan serta pentingnya kerja sama tim dan kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

“Beliau selalu menekankan prinsip-prinsip dasar manajemen seperti organisasi yang harus menyesuaikan diri dengan perubahan, serta mengutamakan kerja sama kolektif dan kolaboratif dalam organisasi,” ujarnya.

Menurut Abubakar, hal ini berkontribusi besar terhadap keberhasilan pemerintahan Samsudin dalam memperbaiki stabilitas pemerintahan daerah dan meningkatkan kinerja OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Maluku Utara.

“Keberhasilan Samsuddin sebagai Pj Gubernur terbukti dalam beberapa indikator seperti peningkatan pelayanan publik, pengendalian inflasi, penurunan angka stunting, perbaikan APBD, dan peningkatan indeks inovasi daerah,” ujar Abubakar.

Ia juga menambahkan bahwa Samsuddin  telah berhasil mengimplementasikan pendekatan coaching dalam kepemimpinan, yang menurut Abubakar, telah membawa banyak manfaat bagi Maluku Utara.

Pencapaian Samsuddin dalam birokrasi tidak terlepas dari perjalanan panjang yang ia lalui. Setelah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1993 di Manglayang, Samsuddin langsung diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Halmahera Tengah.

Kariernya dimulai di Kecamatan Patani sebagai staf petugas Bangdes (Pembangunan Desa), yang bertugas mengurusi subsidi desa dan program Inpres Desa Tertinggal.

“Perjalanan karier beliau tidak mudah. Mulai dari staf petugas Bangdes, kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol pada tahun 2014, Kepala Satpol PP pada tahun 2015, Pj Bupati Pulau Morotai pada 2016, dan seterusnya hingga menjadi Pj Gubernur Maluku Utara pada 2024,” terang Abubakar.

Samsuddin juga dikenal dengan kemampuannya untuk mencegah konflik di daerah yang dilanda ketegangan sosial. Sebagai Camat di Wasile Selatan, beliau menggelar pertandingan sepak bola antar-desa untuk mengurangi ketegangan antar kelompok masyarakat yang berbeda latar belakang etnis dan agama. Keputusan yang awalnya dianggap tidak mungkin ternyata membuahkan hasil yang luar biasa.

“Ketika Maluku Utara baru selesai dilanda konflik horizontal, beliau malah menggelar pertandingan sepak bola antar-desa. Hal ini tidak hanya mencairkan ketegangan, tetapi juga menghilangkan perbedaan identitas yang selama ini ada,” ujar Abubakar.

Samsuddin juga memegang teguh prinsip dalam meniti karier. Selama bertahun-tahun mengabdi, beliau selalu menekankan pentingnya proses yang matang dalam mencapai puncak karier.

“Untuk mencapai puncak karier di birokrasi, kita harus melalui proses yang tidak instan dan tidak menggunakan cara yang tidak bermartabat,” ujarnya.

Kepemimpinan Samsuddin juga mengajarkan banyak hal. Abubakar menyebutkan ada lima pelajaran penting yang dapat diambil dari sosok Samsudin. Pertama, bahwa kesuksesan dalam birokrasi membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Kedua, ketajaman dan ketenangan dalam menganalisis masalah adalah kunci untuk membuat keputusan yang matang. Ketiga, pemimpin harus memiliki pikiran terbuka dan fleksibel dalam mengikuti perubahan zaman. Keempat, pelayanan yang setara kepada semua adalah prinsip dasar dalam kepemimpinan yang adil. Kelima, seorang pemimpin harus memiliki jiwa besar dalam menghadapi tantangan dan guncangan politik.

Samsuddin juga dikenal dengan sikapnya yang tenang dan elegan dalam menghadapi konflik, terutama ketika terjadi perbedaan pendapat tentang posisi Sekretaris Daerah di Maluku Utara. Alih-alih bertindak agresif, Samsudin memilih untuk mengamati situasi dengan bijak, menyelesaikan masalah tanpa mengorbankan pihak lain.

“Pak Samsuddin selalu menunjukkan sikap yang tenang dan elegan dalam menyelesaikan masalah. Beliau tidak pernah terjebak dalam pusaran konflik dan selalu mengutamakan jalan damai,” kata Abubakar.

Sebagai penutup, Abubakar menyampaikan bahwa prinsip hidup Samsuddin yang selalu bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan oleh Allah telah membantunya dalam menjalani karier yang penuh tantangan ini.

Ia juga menekankan bahwa Samsuddin adalah seorang pemimpin yang tidak pernah mengorbankan integritas dan selalu berusaha untuk berbuat baik.

“Pak Samsuddin selalu bersyukur dan berusaha menjaga kariernya dengan cara yang baik, tanpa menjatuhkan orang lain. Beliau adalah teladan dalam kepemimpinan yang mengutamakan kesejahteraan bersama,” pungkas Abubakar. (red)