Sampah Berserakan di Perumahan ASN 1 Sofifi, Warga Tuntut Aksi Cepat

129
Tumpukan sampah yang menumpuk di kompleks perumahan ASN 1 Sofifi (dok, Warta Sofifi)

WartaSofifi.id – Warga Perumahan ASN 1 di Sofifi semakin khawatir dengan tumpukan sampah yang berserakan di jalan utama perumahan mereka.

Salah satu warga, Ical, mempertanyakan apakah lingkungan tersebut masih layak disebut sebagai Perumahan ASN atau telah berubah menjadi tempat pembuangan sampah (TPA).

Menurutnya, sampah-sampah ini tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga dari orang luar yang membuang sampah sembarangan di kawasan itu, termasuk sampah pasar.

Saat ditemui pada Rabu, 16 Oktober 2024, di kompleks Perumahan ASN 1, Ical menjelaskan bahwa sampah yang dibiarkan menumpuk ini menimbulkan bau busuk yang sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama bagi mereka yang tinggal di Blok H.

Warga mulai khawatir bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, dampak kesehatan tak terhindarkan, seperti munculnya penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak higienis.

“Sampah ini sering dibuang oleh orang-orang dari luar perumahan, terutama pada malam hari. Tidak ada pengawasan, dan sayangnya, baik warga maupun pengurus RT seolah tidak peduli. Bau busuknya sudah masuk ke dalam rumah, dan kami khawatir kondisi ini bisa membahayakan kesehatan kami,” ungkap Ical.

Menurutnya, masalah ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada tindak lanjut yang jelas dari pihak berwenang.

Beberapa warga telah melaporkan kondisi ini ke pengurus RT, namun hingga kini belum ada tindakan konkrit untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Setiap hari, tumpukan sampah terus bertambah, terutama di titik-titik yang kerap dilewati kendaraan, dan menjadi pemandangan yang sangat mengganggu.

“Kami sudah beberapa kali bicara dengan RT, tetapi sepertinya tidak ada respon yang signifikan. Sampah semakin banyak, dan orang-orang dari luar semakin sering membuang sampah di sini tanpa rasa tanggung jawab,” keluh Ical.

Warga perumahan juga mulai merasakan dampak kesehatan akibat paparan bau sampah yang tak kunjung ditangani.

Beberapa warga yang tinggal di dekat tumpukan sampah telah melaporkan gejala kesehatan seperti sakit kepala dan mual.

Mereka khawatir penyakit yang lebih serius dapat muncul jika kondisi ini terus berlanjut.

“Ketika hujan, air membawa sampah-sampah itu ke dekat rumah kami. Ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar perumahan. Kami mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan dan Provinsi segera bertindak sebelum masalah kesehatan menjadi lebih serius,” tambah salah satu warga lainnya.

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan dan Provinsi Maluku Utara segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini.

Mereka mengusulkan penempatan kontainer sampah yang memadai, peningkatan frekuensi pengangkutan sampah, serta pemasangan papan peringatan dan sanksi bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan sebagai solusi awal.

Langkah ini diharapkan mampu memulihkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga yang telah lama terganggu.

Jika dibiarkan berlarut-larut, warga khawatir kondisi ini tidak hanya akan mengganggu kesehatan, tetapi juga akan menurunkan kualitas hidup di perumahan ASN 1, yang seharusnya menjadi tempat tinggal nyaman bagi para pegawai negeri. (red)