
Makassar – Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetje, melaporkan kondisi terkini dua jamaah haji asal Maluku Utara yang tengah menjalani ibadah haji di Arab Saudi. Laporan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis kepada media, Senin (12/5/2025), menyusul adanya dua kasus medis yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut cepat dari tim kesehatan kloter.
Jamaah pertama yang dilaporkan adalah Tuan Hamzah Yunus (Nomor Porsi: 3600019329, Nomor Paspor: X2810218), yang tergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Ujung Pandang (UPG), sektor 2.
Menurut laporan medis, Hamzah mengalami keluhan sakit perut melilit sejak perjalanan udara menuju Tanah Suci.
Ia telah diberikan terapi berupa infus NaCl sebanyak dua kolf, Omeprazol, dan Paracetamol (PCT), dan sempat menunjukkan perbaikan.
Namun, pada Senin ini, keluhan sakit perut tersebut kembali kambuh, disertai gejala demam menggigil dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius.
Petugas medis kembali memberikan obat berupa Paracetamol, Omeprazol, dan Ranitidin. Dari pemeriksaan fisik, tekanan darahnya tercatat 115/60 mmHg, dan diagnosis sementara yang diberikan adalah kolik abdomen.
Sementara itu, jamaah kedua, Tuan Bony Hayun (Nomor Paspor: X4169241), yang juga tergabung dalam Kloter 13 UPG sektor 2, mengalami gangguan psikologis serius.
Menurut laporan tim medis, Bony sempat menunjukkan perilaku gelisah berlebihan, mencoba membuka jendela kamar, dan buang air kecil serta besar tidak pada tempat yang semestinya. Ia juga mengeluhkan sesak napas.
Riwayat kesehatan Bony menunjukkan bahwa ia sebelumnya mengidap hipertensi (HT) dan pneumonia. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darahnya 184/97 mmHg, laju pernapasan 33 kali per menit, saturasi oksigen 96 persen.
Ia telah diberikan terapi farmakologis berupa Lorazepam 0,25 mg sekali sehari dan Haloperidol 0,5 mg sekali sehari. Diagnosis medis sementara adalah demensia.
Kadri Laetje menyampaikan bahwa kondisi kedua jamaah tersebut saat ini terus dalam pengawasan ketat tim medis kloter dan PPIH sektor.
Ia juga meminta advis lebih lanjut dari dokter spesialis, khususnya terkait penanganan jamaah dengan gangguan kejiwaan, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah lain.
“Kami terus berkoordinasi dengan tim kesehatan dan PPIH Arab Saudi agar penanganan terhadap jamaah yang sakit dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan sesuai standar medis. Kami juga meminta dukungan doa dari masyarakat Maluku Utara agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan selama menjalani ibadah haji,” ujar Kadri dalam keterangannya. (red)




