
WartaSofifi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara (Malut), Imran Jakub, menyatakan bahwa semua peserta didik, baik dari pendidikan formal maupun sekolah luar biasa, memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Ini menunjukkan bahwa tidak ada klasifikasi dalam pendidikan, dan semua anak memiliki kesempatan yang setara.
Menurut Imran, kompetisi ini berjenjang, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional, dengan pemenang di tingkat provinsi akan mewakili Maluku Utara di ajang O2SN nasional.
“Penguatan pendidikan tidak hanya dalam bidang kognitif atau pengetahuan, tetapi juga dalam bidang psikomotorik yang sangat penting bagi anak-anak, termasuk mereka yang berada dalam pendidikan khusus,” jelasnya, pekan ini di Sofifi, Kamis (27/6/2024).
Imran menekankan bahwa pengembangan psikomotorik harus didukung dengan nilai-nilai pendidikan efektif untuk membentuk karakter anak yang baik, menghindarkan mereka dari perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba.
“Pendidikan formal dalam bidang kognitif saja tidak menjamin kehidupan yang layak. Contohnya, para pemain bola yang hebat dalam bidang psikomotorik, namun itu tidak cukup tanpa didasari nilai pendidikan yang efektif. Kita semua bertanggung jawab dalam menjaga dan mendidik anak-anak, termasuk peran orang tua dan masyarakat,” pungkasnya.




