Pertumbuhan Tak Boleh Elitis

241
Menjelang Nataru, Wagub Sarbin Sehe turun langsung ke Pasar Vidi Jaya untuk memastikan pasokan pangan cukup dan harga tetap bersahabat bagi masyarakat, Jumat 12 Desember 2025. Biro Adpim Malut
Di malam yang sejuk di Desa Lelilef Sawai, di tengah kerlap-kerlip lampu gereja GPdI dan wajah-wajah jemaat yang antusias menyambut Natal dan Tahun Baru 2026, hadirnya Wagub Malut, Sarbin Sehe, menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Lebih dari sekadar kehadiran, pesan yang disampaikannya menegaskan pentingnya persatuan dan nilai-nilai luhur, di tengah keberagaman yang nyata.
Suasana hangat itu bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga panggilan bagi seluruh warga untuk memelihara harmoni, menegakkan kemanusiaan, dan menjaga kebersamaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Malut.
Dalam sambutannya, Wagub Sarbin menekankan bahwa kemajuan dan dinamika kehidupan beragama di Indonesia, khususnya di Malut, tidak boleh berjalan tanpa fondasi nilai yang sejajar. Ia menekankan bahwa ibadah yang khusyuk hanya bermakna ketika diiringi dengan hubungan harmonis dengan sesama manusia.
“Seorang yang rajin ke gereja, rajin ke masjid, tapi hubungannya dengan tetangga terus bermasalah, maka keberagamannya perlu dipertanyakan. Kedua nilai ini harus berjalan beriringan,” ujarnya, 11 Desember 2025.
Suasana semakin hangat ketika Wagub mengingatkan tentang pluralisme sebagai takdir Tuhan yang harus diterima. Ia menekankan bahwa perbedaan agama bukan penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat masyarakat Malut. Pesan ini disampaikan dengan nada serius namun penuh empati, membuat setiap orang yang hadir terdiam sejenak, merenungkan makna persatuan di tengah keberagaman.
Wagub Sarbin juga memberikan apresiasi khusus kepada tokoh-tokoh agama yang membimbing masyarakat, menegaskan bahwa mereka adalah pilar yang menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita tidak perlu seragam, tapi kita bersatu. Itu jauh lebih indah,” katanya, sambil menatap langsung ke arah para pendeta dan pemimpin agama yang hadir, menunjukkan rasa hormat yang tulus.

Dalam era digital dan industri 4.0, Sarbin menyoroti tantangan baru yang dihadapi masyarakat, terutama terkait arus informasi yang cepat dan terbuka. Ia mengingatkan bahwa tanpa nilai spiritual yang kuat, masyarakat rentan terjerumus pada sekularisme yang ekstrem.
“Nilai agama dan spiritualitas harus diperkuat sebagai modal agar masyarakat tidak mudah terombang-ambing oleh informasi yang tak terkontrol,” tegasnya.
Ketua Departemen Aset Majelis Pusat GPdI, Pdt. Jakobus Polii, turut menyampaikan sambutannya dengan penuh rasa hormat. Ia menegaskan bahwa gereja memiliki visi besar untuk membangun kekuatan kasih yang berdampak pada damai sejahtera, selaras dengan tema Natal Nasional “Pendamaian di Bumi” yang diusung Menteri Agama dan Dirjen Bimas Kristen. Suasana khidmat menyelimuti seluruh jemaat ketika ia menekankan bahwa Natal adalah momentum transformasi spiritual yang membawa kedamaian.
Pdt. Jakobus menambahkan bahwa makna Natal sejati bukan sekadar pesta dan perayaan, melainkan tindakan nyata yang menyejukkan hati manusia dan masyarakat.
“Menjadi doa dan harapan agar Tuhan bekerja melalui jemaat untuk mendamaikan di tiga tingkatan, hati kita dengan diri kita sendiri, hati kita dengan sesama, dan hati kita dengan Tuhan,” ucapnya, membuat sebagian jemaat menunduk, merenungi makna Natal yang dalam.

Di sela-sela suasana spiritual itu, Wagub Sarbin juga menyinggung pencapaian ekonomi Malut yang mencatat pertumbuhan 38%, tertinggi secara nasional. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ini adalah hasil nyata dari program hilirisasi tambang yang dijalankan dengan penuh perencanaan, tetapi dampak positifnya masih harus dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak berarti semua masyarakat langsung sejahtera. Pemerintah daerah fokus memastikan setiap program langsung menyentuh rakyat,” ujarnya, sambil menatap mata-mata warga yang hadir, menegaskan komitmen Pemprov Malut untuk mengatasi ketimpangan ekonomi.
Mantan Kakanwil Kemenag Malut dan Sulut itu memaparkan bahwa program Pemprov Malut berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 6,8% menjadi 5,18%, sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali. Data ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dibarengi dengan upaya pengentasan kemiskinan dan stabilitas harga yang dirasakan masyarakat.
Meski demikian, Wagub mengingatkan bahwa tantangan masih terbentang di tahun fiskal 2026, khususnya pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, yang diperkirakan mencapai Rp800 miliar. Kondisi ini membutuhkan strategi dan koordinasi intensif antara Pemprov Malut dan pemerintah pusat untuk memastikan program strategis tetap berjalan.
“Kami akan terus berjuang dengan segala upaya agar program besar yang telah direncanakan tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Sarbin.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Malut juga telah meluncurkan sejumlah program bantuan sosial, termasuk mudik bersubsidi khusus bagi umat Kristiani dalam wilayah Malut serta penyelenggaraan pasar murah di 72 titik strategis, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Selain itu, pembangunan 720 unit Rumah Layak Huni hasil rasionalisasi anggaran, serta bantuan alat tangkap nelayan, menjadi fokus program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong produktivitas ekonomi lokal. Program ini dirancang agar manfaatnya langsung terasa di tengah masyarakat, bukan sekadar data statistik.
Di tengah perayaan, Wagub juga menyerahkan bantuan bagi UMKM berupa kompor Hock dan kukusan (kalakat) kepada 15 penerima. Suasana menjadi hangat ketika para penerima menyalami Wagub, menyampaikan ucapan terima kasih, dan menceritakan rencana mereka mengembangkan usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
Joyce Sareda, salah satu penerima bantuan, berbicara dengan mata berbinar: “Bantuan ini adalah kebanggaan bagi kami. Kami akan mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan keluarga,” ujarnya.
Keesokan harinya, Jumat 12 Desember 2025, Wagub Sarbin melanjutkan kunjungan kerja di Kabupaten Halteng, dengan fokus utama pada peningkatan mutu pendidikan, kondisi sarana-prasarana sekolah, dan stabilitas pasokan serta harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Halteng, Sarbin memulai kunjungannya di SMAN 1 Halteng. Ia meninjau seluruh fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga sarana penunjang lainnya, memastikan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman dan aman.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa beberapa ruang kelas membutuhkan perbaikan mendesak, terutama plafon yang lapuk dan cat dinding yang memudar. Wagub menekankan bahwa kualitas fasilitas fisik sekolah sangat berpengaruh terhadap kenyamanan belajar siswa.
Sarbin juga menyoroti perlunya pembangunan pagar keliling sekolah. Menurutnya, pagar bukan hanya menambah estetika, tetapi paling penting menjaga keamanan aset dan peserta didik, serta menciptakan disiplin di lingkungan sekolah.
Wagub Sarbin menambahkan pentingnya manajemen kebersihan, termasuk penyediaan tempat sampah yang memadai, agar proses belajar mengajar berlangsung dengan nyaman, rapi, dan sehat.
“Ruangan kelas harus ditata dengan rapih, ada fasilitas penunjang di dalamnya, begitu juga dengan tempat sampahnya,” tegasnya.
Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke SMK 8 Halteng, di mana fokus peninjauan adalah keterampilan siswa sesuai jurusan. Wagub Sarbin menekankan penguasaan teknologi informasi, praktik keperawatan, dan keterampilan lain yang relevan dengan dunia kerja, sebagai modal utama bagi generasi muda.
Wagub menyoroti kekurangan fasilitas, seperti perangkat komputer dan alat praktek keperawatan. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap fasilitas ini akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan kesiapan siswa menghadapi tantangan ekonomi serta lapangan kerja.

Di SMK 8, siswa jurusan komputer belajar menguasai Word, Excel, PowerPoint, serta perangkat lunak lain, sementara siswa keperawatan mempraktikkan prosedur dasar merawat pasien. Wagub mengamati setiap praktik, memberikan arahan, dan menekankan pentingnya keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat agar fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan optimal, serta generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri dan masyarakat.
Setelah meninjau sekolah, Wagub bergerak ke Pasar Vidi Jaya. Di pasar ini, ia memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan memantau harga-harga, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru, agar masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman tanpa khawatir lonjakan harga.
Kunjungan ke pasar ini menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi lokal di tengah meningkatnya permintaan di musim perayaan.
Wagub Sarbin menekankan bahwa program sosial, ekonomi, dan pendidikan harus berjalan beriringan, agar masyarakat mendapatkan manfaat pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
Dia juga menegaskan bahwa stabilitas ekonomi dan pendidikan yang berkualitas menjadi modal penting bagi terciptanya masyarakat sejahtera, berdaya saing, dan tangguh menghadapi perubahan global.
Di SMAN 1 Halteng, Sarbin menekankan pentingnya laboratorium dan fasilitas praktik yang memadai, agar siswa dapat menguasai keterampilan ilmiah dan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pembangunan fasilitas pendukung, seperti ruang guru, ruang belajar, dan peralatan pendidikan, menjadi perhatian utama agar proses belajar mengajar tidak terganggu, serta kualitas pendidikan tetap terjaga.

Di SMK 8 Halteng, Wagub menekankan agar siswa dapat menguasai praktik komputer dan teknologi informasi, serta keterampilan keperawatan, sehingga lulusan siap menghadapi tuntutan dunia kerja.
Sarbin menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap mutu pendidikan, agar setiap investasi fasilitas dan program pendidikan benar-benar berdampak pada kualitas output siswa.
Selain itu, stabilitas harga bahan pokok menjadi fokus utama kunjungan ke Pasar Vidi Jaya, untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat menjelang hari raya.
Wagub juga menekankan pentingnya sinergi antara program sosial, pendidikan, dan ekonomi agar pembangunan berkelanjutan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan manfaat, agar seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan, dapat merasakan dampak positif pembangunan.
Pemprov Malut terus memantau efektivitas program bantuan sosial, pasar murah, dan pembangunan Rumah Layak Huni, agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.
Wagub mengingatkan masyarakat untuk terus memelihara nilai kemanusiaan, berbagi kasih, dan menjaga keharmonisan antar sesama, sehingga pembangunan tidak hanya bersifat materi, tetapi juga berlandaskan moral dan spiritual yang kuat.
Ia menegaskan bahwa nilai agama, kemanusiaan, dan kebangsaan adalah fondasi penting untuk menghadapi tantangan era modern, sekaligus menjaga keutuhan NKRI dan keharmonisan sosial di Malut.
Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Malut menjadi momentum refleksi dan evaluasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Wagub Sarbin berharap pesan persatuan ini dapat diterapkan tidak hanya saat perayaan, tetapi menjadi pedoman interaksi sosial, pembangunan ekonomi, dan pelayanan publik di seluruh wilayah Malut.
Kunjungan ke sekolah dan pasar di Halteng membuktikan komitmen Pemprov Malut dalam memastikan fasilitas pendidikan berkualitas, keterampilan generasi muda meningkat, dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
Dengan kombinasi penguatan nilai spiritual, pemerataan ekonomi, dan peningkatan mutu pendidikan, Wagub Sarbin optimis Malut akan terus berkembang secara inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.
Semangat perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, yang diwarnai pesan persatuan, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan mutu pendidikan, diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus bekerja sama membangun Malut yang lebih maju, damai, dan sejahtera.

 

Sumber: Rilis Biro Adpim Malut