Morotai, Rumah Baru Kebangkitan Pramuka

62
Momen penyematan lencana oleh Ketua Kwarda Malut, Muhammad Abusama, kepada Bupati Morotai yang juga Ketua Mapicab, Rusli Sibua.

WARTASOFIFI.IDGerakan Pramuka di Kabupaten Pulau Morotai akhirnya memasuki babak baru setelah pelantikan pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mapicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) masa bakti 2024-2029 digelar secara resmi pada Selasa (16/9/2025). Acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai itu dihadiri oleh Forkopimda dan sejumlah tokoh penting daerah, termasuk Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku Utara, Muhammad Abusama, serta jajaran pemerintah daerah yang turut memberikan dukungan penuh bagi kelangsungan organisasi.

Pelantikan yang digelar dengan penuh khidmat ini menjadi momen penting karena menandai berakhirnya masa kekosongan kepengurusan yang cukup lama di tubuh Gerakan Pramuka Morotai. Selama beberapa tahun terakhir, kegiatan pramuka di wilayah tersebut sempat mengalami kevakuman akibat belum terbentuknya struktur kepengurusan yang sah secara organisatoris. Oleh karena itu, pelantikan kali ini disambut penuh antusias, baik oleh jajaran pemerintah daerah maupun oleh kader-kader pramuka di Morotai.

Ketua Kwarda Maluku Utara, Muhammad Abusama, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan baru bukanlah sekadar acara seremonial biasa. Menurutnya, pelantikan merupakan perintah langsung dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta amanat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

Ia menyebut, tanpa adanya legitimasi formal melalui pelantikan, maka proses pembinaan dan pengembangan pramuka di suatu daerah tidak bisa dijalankan dengan maksimal.

Abusama menilai, langkah yang ditempuh di Morotai kali ini adalah sinyal kuat bahwa Gerakan Pramuka di Maluku Utara, khususnya di Morotai, sedang bergerak menuju arah yang lebih baik. Dengan adanya kepengurusan baru, maka semua kegiatan pendidikan kepramukaan, pembinaan generasi muda, hingga program pemberdayaan sosial dapat kembali dijalankan sesuai garis besar haluan organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Abusama tidak menutup-nutupi fakta bahwa pelantikan kali ini mengalami keterlambatan. Ia menjelaskan, meskipun periode kepengurusan telah ditetapkan untuk masa bakti 2024-2029, namun pelantikan baru bisa dilakukan pada tahun 2025. Hal ini bukan karena kelalaian dari jajaran pramuka, melainkan akibat padatnya agenda politik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Menurut Abusama, pelantikan kepengurusan pramuka tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, berdasarkan aturan organisasi, pelantikan Kwarcab harus didahului oleh pelantikan Majelis Pembimbing Cabang. Sementara itu, posisi Ketua Majelis Pembimbing bersifat ex officio yang otomatis melekat pada jabatan kepala daerah. Dengan kata lain, seorang bupati, wali kota, gubernur, hingga presiden ketika dilantik langsung menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing di levelnya masing-masing.

“Jabatan majelis pembimbing itu adalah jabatan ex officio yang melekat pada jabatan pemerintahan. Presiden RI ketika dilantik otomatis menjadi Ketua Majelis Pembimbing Nasional, gubernur ketika dilantik menjadi Ketua Majelis Pembimbing Daerah, demikian pula bupati dan wali kota hingga camat dan kepala desa,” jelas Abusama di hadapan para hadirin.

Dia menambahkan, musyawarah cabang sebenarnya sudah dilakukan sejak Desember 2024. Namun karena pelantikan kepala daerah baru terlaksana beberapa waktu kemudian, maka pelantikan Kwarcab Morotai otomatis ikut tertunda.

Kondisi ini menyebabkan pelantikan baru bisa digelar pada September 2025, tetapi masa kepengurusan tetap berlaku sejak 2024 sebagaimana mestinya.

Abusama menekankan bahwa meski ada keterlambatan, hal tersebut tidak mengurangi legitimasi dan semangat kepengurusan baru.

“Masa kepengurusan tetap 2024-2029. Ini tanggung jawab organisatoris yang harus kita laksanakan, dan setelah mengikrarkan sumpah serta janji Tri Satya, maka kita wajib menjalankan tugas dengan penuh dedikasi,” tandasnya.

Dengan pelantikan resmi ini, Abusama menyatakan optimisme bahwa Pramuka Morotai akan bangkit kembali dari masa kevakuman. Apalagi, dukungan dari Ketua Mapicab yang kini dijabat langsung oleh Bupati Morotai, Rusli Sibua, diyakininya akan memberikan energi baru dalam menggerakkan roda organisasi.

“Dengan Ketua Kwarcab baru dan majelis pembimbingnya, yaitu Pak Rusli Sibua sebagai bupati Morotai, insya Allah kami yakin pramuka di Morotai pasti bangkit kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Morotai Rusli Sibua yang juga baru saja dilantik sebagai Ketua Mapicab, menyampaikan rasa syukur karena pelantikan pengurus pramuka dapat terlaksana dengan baik.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberadaan pramuka sangat penting dalam membentuk generasi muda Morotai yang berkarakter, cerdas, serta memiliki daya saing tinggi di tengah era globalisasi.

Rusli menyebut, pelantikan ini bukan hanya formalitas belaka, melainkan momentum untuk mempertegas komitmen bersama dalam membina generasi muda.

Ia memandang gerakan pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal yang terbukti mampu membentuk karakter anak bangsa, menanamkan nilai kebangsaan, dan mempersiapkan generasi menghadapi dinamika zaman yang penuh tantangan.

Sebagai Ketua Mapicab, Rusli berjanji untuk memberikan bimbingan, dukungan, serta arahan kepada pengurus Kwarcab Morotai agar dapat melahirkan program-program yang relevan, bermanfaat, dan sesuai kebutuhan daerah. Ia menegaskan bahwa keberadaan pramuka di Morotai harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia yang tangguh.

“Pramuka merupakan ujung tombak pembinaan generasi muda. Kita tidak boleh melihat pramuka hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi sebagai sarana penting dalam menghidupkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat karakter, dan menyiapkan anak-anak kita menghadapi tantangan global,” ujar Rusli dengan penuh semangat.

Lebih jauh, Rusli mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjadikan Pramuka Morotai sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, pramuka harus tetap berpegang pada nilai-nilai dasar Tri Satya dan Dasa Darma, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan era digitalisasi dan transformasi sosial yang sedang berlangsung.

Dalam penutup sambutannya, Rusli mengucapkan selamat bekerja kepada seluruh pengurus baru Kwarcab Morotai masa bakti 2024-2029. Ia berharap, amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, demi mewujudkan gerakan pramuka Morotai yang lebih maju, berdaya guna, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, Ketua Kwarcab Morotai yang baru dilantik, M. Umar Ali, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk menghidupkan kembali aktivitas pramuka di Morotai. Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Daerah Morotai, Umar menyadari betul pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menggerakkan roda organisasi pramuka.

Umar mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan pramuka di Morotai sempat vakum. Namun dengan pelantikan ini, ia menegaskan tekadnya bersama jajaran pengurus untuk segera mengaktifkan kembali seluruh kegiatan pembinaan, pendidikan, dan program kepramukaan yang bermanfaat bagi generasi muda Morotai.

“Alhamdulillah, malam ini kami pengurus cabang masa bakti 2024-2029 resmi dilantik. Setelah vakum begitu panjang, kami berkomitmen untuk terus mengabdi dan menghidupkan kembali gerakan pramuka di Kabupaten Pulau Morotai,” kata Umar dengan nada optimistis.

Ia menambahkan, keberhasilan pramuka tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemda Morotai yang telah memberikan dukungan baik secara moral maupun material untuk perkembangan organisasi ini.

“Atas nama seluruh Kwartir Cabang Pulau Morotai, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Morotai atas dukungan penuh yang telah diberikan. Dukungan ini menjadi modal utama kami untuk menggerakkan pramuka kembali,” tambahnya.

Umar menegaskan, dukungan pemerintah akan menjadi landasan kuat bagi Kwarcab Morotai dalam menyusun program-program pembinaan yang lebih terarah. Ia juga berjanji akan menjalin sinergi dengan sekolah-sekolah, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas agar pramuka benar-benar hadir sebagai mitra strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter.

Lebih lanjut, Umar menyebut bahwa kepengurusan baru akan bekerja keras untuk mengembalikan semangat kepramukaan yang selama ini sempat meredup. Ia menegaskan bahwa semangat Tri Satya dan Dasa Darma harus kembali menjadi pedoman utama dalam setiap langkah organisasi.

Dengan adanya pelantikan ini, seluruh elemen pramuka di Morotai kini diharapkan dapat bergerak bersama untuk membangun kembali kekuatan organisasi. Dari Mapicab hingga Kwarcab, semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pramuka Morotai tidak hanya hadir sebagai formalitas, tetapi benar-benar menjadi motor pembinaan generasi muda.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan pramuka Morotai yang sebelumnya sempat vakum. Dengan kepengurusan baru, organisasi diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai luhur pramuka yang menekankan pengabdian kepada Tuhan, negara, sesama manusia, dan alam sekitar.

Kehadiran pengurus baru yang dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh strategis daerah juga memberi sinyal positif bahwa pramuka akan kembali mendapatkan tempat penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Morotai. Hal ini karena pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga nilai kepemimpinan, disiplin, dan kebersamaan yang sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.

Dengan demikian, pelantikan pengurus Mapicab, Kwarcab, dan LPK Pramuka Morotai masa bakti 2024-2029 tidak hanya menandai lahirnya kepengurusan baru, melainkan juga menegaskan tekad bersama untuk membangkitkan kembali marwah Gerakan Pramuka di Kabupaten Pulau Morotai. (red)