
WartaSofifi.id – Direktur Diklat Anti Korupsi KPK dan Lembaga Sertifikasi Profesi KPK, Dian Novianthi mengatakan, Pelatihan Calon Penyuluh Anti Korupsi (Pelopor) dan Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi Jalur Pengalaman dilaksanakan atas kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut).
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya Pak Sekda, atas kerjasama dengan Provinsi Maluku Utara terutama dari BPSDM dan juga Inspektorat dalam rangka kesiapan pelatihan penyuluh anti korupsi,” ujarnya.
Menurut Dian, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari itu, mulai Senin sampai dengan Kamis 21 September 2023 ini, diikuti oleh peserta yang sebelumnya sudah lolos dari tahapan-tahapan seleksi.
“Kami juga ucapkan terima kasih kepada peserta pelatihan dan sertifikasi yang telah didedikasikan waktu dan komitmen untuk mengikuti berbagai tahapan. Mereka yang hadir ini sudah mengikuti berbagai tahapan kok, mulai dari pendaftaran, kemudian ikuti screaning, ada Bimtek,” jelasnya.
Selain itu, ia menuturkan, dengan kegiatan pelatihan ini bakal melahirkan penyuluh-penyuluh anti korupsi yang handal dan diakui secara nasional.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat melahirkan lebih banyak penyuluh anti korupsi dari Provinsi Maluku Utara yang berstandar nasional,” harap Dian.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut menuturkan, KPK dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.
Untuk itu, KPK memiliki tugas dan peran melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Yaitu melalui Trisula Berantas Korupsi yaitu Pencegahan, Pendidikan, dan Penindakan terhadap korupsi.
“Karena itulah, kehadiran KPK di daerah pada hari ini harus dipandang sebagai sebuah langkah positif kelembagaan untuk mengingatkan kepada kita semua tentang bahaya laten melakukan tindakan penyelewengan keuangan negara maupun keuangan daerah,” ucap Samsuddin.
Sementara itu, Kepala BSDM Malut, Idrus Assagaf menjelaskan, bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai latar belakang. Yakni, seperti guru, PNS, dan profesi lainnya.
“Total peserta sebanyak 40 orang, ada yang dari Guru, Inspektorat dari Kabupaten Kota, dan juga Widyaiswara BPSDM Malut,” pungkasnya.
Editor: Rais Dero




