Kinerja Panitia Haji Dipuji, Gubernur Sherly Tuai Apresiasi

324
Aksandri Kitong

WARTASOFIFI.ID — Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari Fraksi Partai Demokrat, Aksandri Kitong, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Gubernur Malut Sherly Tjoanda serta seluruh panitia penyelenggara ibadah haji tahun 2025.

Apresiasi itu juga ia tujukan kepada OPD teknis yang terlibat langsung dalam proses penyelenggaraan, terutama panitia pendamping jemaah haji yang akan mendampingi langsung ke Arab Saudi.

“Saya pribadi sangat apresiasi terhadap langkah-langkah Pemprov, dalam hal ini Ibu Gubernur bersama dengan tim dan OPD terkait yang sudah terlibat langsung dan menunjukkan keseriusan dalam pelayanan terhadap para jemaah haji,” ujar Aksandri melalui rilis tertulis kepada WARTASOFIFI.ID Jumat (18/4).

Menurutnya, sejauh ini persiapan Pemprov Malut menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji.

Namun, ia juga menegaskan bahwa perhatian utama perlu difokuskan pada jemaah lansia yang jumlahnya mendominasi kuota jemaah haji Maluku Utara tahun ini.

“Jemaah haji, khususnya yang sudah lanjut usia, wajib diberikan perhatian penuh. Mereka harus dilayani secara khusus, bahkan bila perlu diberikan pelayanan yang istimewa,” tegasnya.

Aksandri juga memberikan catatan penting mengenai perlunya pendekatan yang lebih komunikatif dan humanis, terutama antara panitia pendamping jemaah di Arab Saudi dan keluarga jemaah yang ada di daerah.

Ia menyarankan agar ruang komunikasi dibuka secara intensif guna menjaga keterhubungan informasi antara jemaah dan pihak keluarga.

“Komunikasi antara panitia pendamping di lapangan dan keluarga jemaah sangat penting. Keluarga tentu ingin mengetahui kondisi orang tua mereka, dan ini perlu dijawab dengan sistem informasi yang jelas, cepat, dan terbuka. Saya menyarankan agar panitia pendamping yang bertugas di Arab Saudi membuka jalur komunikasi yang efektif dengan keluarga jemaah di Maluku Utara,” jelasnya.

Menurutnya, pelayanan istimewa kepada jemaah, terutama lansia, tidak semata-mata menyangkut fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut empati, kesabaran, dan tanggung jawab moral para petugas yang mendampingi selama prosesi ibadah.

“Pelayanan istimewa itu bukan berarti mewah, tetapi menyentuh sisi kemanusiaan. Memberikan perhatian khusus, mendampingi mereka dengan sabar, dan memastikan bahwa mereka merasa aman dan nyaman adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tambah Aksandri.

Ia berharap agar sinergi antara Pemprov Malut, panitia haji, serta instansi vertikal seperti Kementerian Agama, terus diperkuat agar pelaksanaan haji tahun ini berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (red)