
Makassar — Pemeriksaan kesehatan tahap tiga bagi jemaah haji asal Maluku Utara (Malut) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, telah rampung dilaksanakan pada Jumat pagi (9/5/2025). Hasilnya menggembirakan, seluruh jemaah dinyatakan lolos pemeriksaan dan siap diberangkatkan ke Madinah malam ini.
Kepastian itu disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Malut, Kadri Laetje melalui Koordinator Seksi Kesehatan, Rosita Alkatiri, yang memastikan tidak ada satu pun jemaah yang terindikasi memiliki hambatan kesehatan yang bisa membatalkan keberangkatan.
“Alhamdulillah, hari ini pukul 08.00 WITA telah selesai pemeriksaan kesehatan tahap tiga untuk kloter 13. Semua jemaah kita dinyatakan layak terbang dan saat ini sedang dipersiapkan untuk boarding menuju Madinah pada pukul 22.00 WITA. Jadwal kedatangan mereka di Madinah diperkirakan sekitar pukul 02.40 waktu Arab Saudi,” kata Rosita saat diwawancarai langsung di Asrama Haji Sudiang.
Pemeriksaan tahap tiga di embarkasi bukan sekadar formalitas. Ini merupakan tahap krusial yang mencakup validasi ulang data medis, pengecekan fisik terakhir, serta verifikasi dokumen kesehatan seperti International Certificate of Vaccination (ICP). Data tersebut diperbarui dan disinkronkan dalam sistem nasional Siskohatkes (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan).
Salah satu fokus utama dalam tahapan ini adalah meminimalisir risiko medis yang dapat mengancam keselamatan jemaah selama menunaikan ibadah haji.
Oleh karena itu, PPIHD Malut bersama tim embarkasi sangat ketat dalam melakukan skrining terhadap jemaah, termasuk kepada jemaah perempuan usia subur.
“Untuk perempuan usia subur, kami lakukan konfirmasi ulang apakah ada yang hamil. Ini sangat penting karena kehamilan bisa membahayakan kondisi ibu dan janin selama perjalanan haji yang penuh tekanan fisik dan iklim ekstrem,” jelas Rosita.
Ia menyebut, pemeriksaan tambahan ini juga menyasar jemaah yang tidak sempat mengikuti tahap pemeriksaan di Asrama Haji Ternate, khususnya mereka yang berdomisili di luar Malut, seperti di Makassar.
“Hanya mereka yang kami periksa ulang. Untuk mayoritas jemaah kloter 13, hasil pemeriksaan di Ternate sudah cukup dan hanya divalidasi ulang,” katanya.
Meski seluruh jemaah dinyatakan layak, tim kesehatan mencatat adanya sejumlah jemaah yang mengalami kelelahan, terutama mereka yang berasal dari wilayah terluar seperti Halmahera Selatan. Perjalanan jauh dari kampung halaman menuju Ternate, ditambah penerbangan ke Makassar, membuat kondisi fisik mereka menurun sesaat.
“Ini hal yang wajar. Namun berkat manajemen logistik dan penanganan awal di Asrama Haji Ternate, mereka dapat cukup beristirahat sebelum melanjutkan ke Makassar. Saat ini semua dalam kondisi stabil,” ujar Rosita.
PPIHD Malut juga menempatkan perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia (lansia), yang jumlahnya cukup signifikan dalam rombongan kloter 13. Mereka difasilitasi secara khusus dalam seluruh proses, mulai dari pengurusan di Ternate, proses mobilisasi ke bandara, hingga pelayanan di Makassar.
“Lansia mendapatkan prioritas pelayanan. Mereka dikawal oleh tim kesehatan dan panitia agar tidak kelelahan, mulai dari embarkasi Ternate hingga ke aula pemeriksaan di Makassar. Ini merupakan bagian dari komitmen kami menjaga kualitas layanan kesehatan jemaah haji,” ungkap Rosita.
Untuk memastikan kelancaran pelayanan, PPIHD Malut mengerahkan 10 tenaga kesehatan yang bertugas penuh di setiap wisma transit Asrama Haji Sudiang. Mereka juga mendapat dukungan dari tim medis kabupaten/kota yang bergabung dalam tim kesehatan gabungan.
“Seluruh tim kesehatan stanby di tiap wisma. Kami siap menangani segala kemungkinan medis yang terjadi. Fokus kami adalah memastikan tidak ada kendala berarti hingga seluruh jemaah tiba di Arab Saudi dalam kondisi optimal,” katanya.
Pada saat bersamaan, jemaah haji dari Maluku Utara kloter 15 juga sudah tiba dan mulai menempati wisma transit di lokasi yang sama. Pemeriksaan kesehatan untuk mereka dijadwalkan Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 15.00 WITA.
“Besok kami lanjutkan pemeriksaan kesehatan untuk kloter 15. Kami harap mereka juga semua dinyatakan layak. Jadwal keberangkatan kloter ini adalah tanggal 11 Mei pukul 15.05 WITA,” jelas Rosita.
Menurut Rosita, penting bagi publik untuk memahami bahwa perjalanan haji bukan seperti perjalanan wisata biasa. Ini adalah aktivitas spiritual sekaligus fisik yang memerlukan kesiapan total, terutama dari sisi kesehatan. Itulah mengapa seleksi kesehatan dilakukan secara berlapis, mulai dari daerah, provinsi, hingga embarkasi.
“Seluruh tahapan pemeriksaan bukan untuk mempersulit, melainkan untuk menjamin keselamatan jemaah. Ini adalah amanah yang besar,” tegasnya. (red)




