Jawab Persoalan Kebutuhan Air di Sula, Disperindag Malut Bangun Pabrik AMDK

35
Pabrik AMDK yang dibangun Disperindag Malut di Kabupaten Kepulauan Sula.

WartaSofifi.id – Kebutuhan akan air minum bersih di Kabupaten Kepulauan Sula semakin mendesak, mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara membangun pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di wilayah tersebut. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pasokan air minum sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini, Muh Abdu Djafar, pembangunan pabrik AMDK ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan air minum yang terjamin kualitasnya bagi masyarakat Sula. Selama ini, masyarakat bergantung pada pasokan air yang kadang tidak stabil, sehingga kehadiran pabrik AMDK diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar tersebut.

“Proyek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan air minum bersih masyarakat di Sula, sekaligus membuka peluang distribusi ke wilayah-wilayah sekitar,” ujar Abdu melalui sambungan telepon, Kamis (5/9/2024).

Ia menjelaskan bahwa proyek ini telah melewati tahapan perencanaan dan persiapan yang ketat untuk memastikan kualitas air yang akan dihasilkan. Pengadaan mesin dan perlengkapan lainnya juga dilakukan sesuai standar untuk menjamin hasil produksi yang higienis dan aman bagi konsumsi.

“Mesin-mesin yang kami datangkan sudah melalui seleksi kualitas yang ketat untuk memastikan air minum yang dihasilkan memenuhi standar yang ditetapkan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan produk berkualitas dan aman bagi masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara optimis keberadaan pabrik AMDK di Sula akan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, sekaligus memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Selain menyediakan pasokan air yang memadai, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Pembangunan pabrik AMDK di Sula ini diproyeksikan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dan produk air minum dalam kemasan diharapkan sudah bisa dinikmati masyarakat dan dipasarkan pada awal tahun depan.