HKG PKK ke-52 Mantapkan Gerakan Pembangunan di Maluku Utara

164
Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Darmawati Samsuddin didampingi Ketua Panitia, Musrifah Alhadar, dan Wakil Ketua TP PKK, Hairiah pada saat wawancara dengan sejumlah wartawan usai pembukaan HKG PKK tahun 2024 (Foto: Warta Sofifi)

WartaSofifi.id – Dalam suasana penuh semangat, Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2024 digelar dengan meriah di Kota Sofifi, Rabu (9/10/2024).

Acara ini turut dihadiri oleh ratusan peserta dari 10 kabupaten/kota, dengan Musrifah Alhadar, sebagai Ketua Panitia, yang mendahului memberikan sambutan dalam bentuk menyampaikan laporan resmi terkait pelaksanaan kegiatan di hadapan para hadirin.

Dalam laporannya, Musrifah mengungkapkan bahwa peringatan HKG PKK kali ini memiliki makna yang mendalam bagi upaya pemberdayaan keluarga di Maluku Utara.

“Sebagai insan yang beragama, kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena kita bisa bersilaturahmi dan memperingati HKG PKK ke-52 dengan penuh semangat dan dalam keadaan sehat,” tuturnya di hadapan peserta, termasuk Pj Sekda Malut, Abubakar Abdullah, ketua PKK kabupaten kota, serta undangan lainnya.

Lebih lanjut, Musrifah menjelaskan dasar hukum dan tujuan pelaksanaan peringatan HKG PKK ke-52. Acara ini merujuk pada Surat Ketua Umum TP PKK dan Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara tentang pembentukan panitia penyelenggara.

Adapun tujuan dari peringatan ini adalah untuk memantapkan pemahaman terkait filosofi pemberdayaan keluarga, memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah, serta mengoptimalkan pelaksanaan Rencana Induk PKK di seluruh daerah.

“Tema yang diusung tahun ini, ‘Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju,’ menjadi pedoman bagi kami untuk terus mendorong peran aktif masyarakat dalam pembangunan,” tegas Musrifah.

Peringatan HKG PKK ke-52 tahun ini dilaksanakan pada 9 hingga 12 Oktober 2024, bertepatan dengan HUT ke-25 Provinsi Maluku Utara dan penyelenggaraan acara nasional seperti Harvesting BBI & BBWI.

Awalnya, acara ini direncanakan di Kabupaten Halmahera Utara, namun karena berbagai pertimbangan teknis, akhirnya dipindahkan ke Sofifi.

Partisipasi peserta yang mencapai 327 orang berasal dari 11 kabupaten/kota, termasuk Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai.

Setiap TP PKK dari masing-masing wilayah mengirimkan perwakilan, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung gerakan pemberdayaan keluarga.

Dalam laporan tersebut, Musrifah juga menyoroti sejumlah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan di beberapa kabupaten, dialog interaktif dengan Ketua TP PKK Provinsi di Radio Republik Indonesia (RRI), serta gerakan penghijauan di berbagai titik di Sofifi.

Selain itu, berbagai lomba seperti pameran UP2K dan penyuluhan kader PKK turut memeriahkan acara, melibatkan seluruh peserta dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Tidak ketinggalan, gerakan 30 menit membaca sebelum pelajaran dimulai dan gerakan menanam kangkung di sekolah, hasil kolaborasi antara TP PKK dan Dinas Pendidikan, juga menjadi bagian dari upaya untuk menumbuhkan kebiasaan positif di kalangan siswa.

Untuk memastikan kesuksesan rangkaian acara, seluruh kegiatan HKG PKK ke-52 ini didanai melalui bantuan operasional dari TP PKK Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Daerah, mitra kerja, serta sumbangan sukarela yang tidak mengikat. Musrifah Alhadar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini.

“Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Pj Gubernur Maluku Utara, Ketua TP PKK, serta seluruh mitra yang telah berperan aktif. Tanpa bantuan dan kerja sama yang solid, acara ini tidak akan berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Darmawati Samsuddin, memberikan sambutan yang inspiratif. Ia menekankan pentingnya refleksi atas perjalanan 52 tahun Gerakan PKK dan bagaimana peringatan ini menjadi momen untuk mengevaluasi serta memperbaiki kekurangan yang ada.

“Dengan keluarga yang berdaya, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Keluarga sejahtera bukan hanya memberi dampak pada lingkungannya, tetapi juga pada pembangunan nasional secara keseluruhan,” ujar Darmawati.

Ia juga menggarisbawahi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh keluarga di era modern, seperti stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perkawinan anak. Dalam hal ini, PKK memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mengatasi masalah-masalah tersebut melalui program-program pemberdayaan yang konkret dan berkesinambungan.

Darmawati mengajak seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat provinsi hingga desa, untuk terus berinovasi dalam menjalankan program 10 Pokok PKK. Ia berharap PKK dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan kesejahteraan keluarga di Maluku Utara.

Menghadapi tantangan masa depan, Darmawati menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara TP PKK dengan para pemangku kepentingan, baik dari kalangan pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

“PKK harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjalin kerja sama yang solid dengan semua pihak. Dengan begitu, kita dapat menghadapi tantangan seperti perubahan nilai sosial, perkembangan teknologi, serta masalah lingkungan dengan lebih efektif,” tandasnya.

Pada akhirnya, Peringatan HKG PKK ke-52 ini bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun keluarga yang sejahtera dan berdaya, yang akan berdampak positif pada pembangunan daerah dan nasional. (red)