BPSMB Disperindag Malut Rencanakan Pembukaan Laboratorium Kalibrasi

50
Laboratorium Kalibrasi (ILustrasi)

WartaSofifi.id – Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara berencana membuka laboratorium pengujian kalibrasi sebagai bagian dari pengembangan layanan pengujian mutu di daerah. Rencana ini muncul seiring dengan upaya meningkatkan kualitas pengujian produk lokal, termasuk cengkeh dan pala, setelah akreditasi laboratorium pengujian kopra berhasil diperoleh.

Kepala BPSMB Disperindag Malut, H. Dedi, menjelaskan bahwa keberadaan laboratorium kalibrasi ini sangat penting untuk mendukung perkembangan industri di Maluku Utara. “Saat ini, pengujian kalibrasi harus dilakukan di Makassar. Dengan adanya laboratorium sendir…
Disperindag Maluku Utara Rencanakan Pengadaan Laboratorium Kalibrasi untuk Meningkatkan Pengujian Produk

Maluku Utara – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara akan segera membuka laboratorium pengujian kalibrasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pengujian produk lokal. Rencana ini muncul seiring dengan upaya untuk memperkuat kualitas pengujian barang, terutama setelah akreditasi laboratorium pengujian kopra berhasil diperoleh.

Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disperindag Malut, H. Dedi, menyampaikan bahwa laboratorium kalibrasi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang. “Selama ini, pengujian kalibrasi dilakukan di Makassar. Dengan adanya laboratorium kalibrasi di daerah, kita dapat melaksanakan pengujian secara mandiri dan meningkatkan pendapatan asli daerah,” kata Dedi pada Sabtu (20/7/2024).

Proses pengadaan laboratorium ini akan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada penyelesaian prosedur panduan mutu sebelum membuka pengujian untuk cengkeh dan pala. “Setelah kita mendapatkan akreditasi untuk laboratorium kelapa, kita dapat memperluas pengujian ke produk lainnya. Ini akan mempermudah dan mempercepat proses kalibrasi yang selama ini menjadi kendala,” tambahnya.

Dedi juga menekankan bahwa dukungan dari pemerintah daerah sangat krusial dalam pengadaan peralatan laboratorium. “Kami memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, dengan sebagian besar berpendidikan S2 dan satu orang S3. Namun, tanpa alat yang memadai, kami tidak akan bisa mengoptimalkan potensi yang ada,” jelasnya.

Pembukaan laboratorium pengujian kalibrasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku industri lokal untuk melakukan pengujian produk tanpa harus bergantung pada daerah lain. Dengan langkah ini, Disperindag Maluku Utara berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan mendorong pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan.