Belajar untuk Masa Depan Maluku Utara

243
Wagub Sarbin Sehe didampingi Sekda Samsuddin Abdul Kadir dan Kadikbud Abubakar Abdullah dalam kunjungan ke sejumlah SMA dan SMK di Kota Ternate, Senin, 6 Juli 2026. Foto: Istimewa
Wagub Malut, Sarbin Sehe, menjadikan hari pertama tahun ajaran baru sebagai momentum untuk menegaskan kembali hakikat pendidikan. Baginya, ruang kelas bukan semata-mata arena transfer ilmu pengetahuan, melainkan tempat lahirnya karakter, integritas, dan kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan pembangunan di Malut.
Momentum hari pertama sekolah dimanfaatkan Sarbin Sehe, untuk bertemu langsung dengan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di sejumlah SMA dan SMK di Kota Ternate, Senin, 6 Juli 2026. Didampingi Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir dan Kadikbud Abubakar Abdullah, kunjungan tersebut menjadi bagian dari penyambutan peserta didik baru sekaligus menjadi isyarat dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Selasa, 7 Juli 2026.
SMA Negeri 1 Ternate, SMA Negeri 10 Ternate, SMK Negeri 5 Ternate, SMA Negeri 8 Ternate, SMA Negeri 2 Ternate, SMA Negeri 3 Ternate, dan SMA Negeri 4 Ternate menjadi lokasi kunjungan petinggi Pemprov Malut. Rangkaian agenda tersebut menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan di Malut, terutama dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkarakter.
Dalam pandangan Sarbin, kualitas pendidikan tidak dapat direduksi pada capaian akademik semata. Dia menilai sekolah memikul mandat yang jauh lebih besar, yakni membentuk pribadi siswa yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki landasan moral dan spiritual yang kokoh. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal utama bagi peserta didik untuk menghadapi dinamika sosial, perkembangan teknologi, dan berbagai tantangan yang akan mereka hadapi di masa depan.
“Tugas kita bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menyiapkan masa depan mereka melalui pembentukan karakter, moral, integritas, dan nilai-nilai spiritual yang kuat,” tegas Sarbin.
Sarbin juga memandang bahwa kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan karakter yang dibangun sejak di bangku sekolah. Oleh sebab itu, pendidikan harus mampu menghadirkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan integritas, etika, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Menghadapi Indonesia Emas 2045, Malut membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian sosial,” katanya.
Mantan orang nomor satu di Kanwil Kemenag Malut itu juga mengingatkan bahwa transformasi pendidikan tidak mungkin berlangsung tanpa peningkatan kualitas tenaga pendidik. Di tengah percepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru dituntut terus memperbarui kompetensi serta menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran agar pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Karena itu, para guru diminta terus meningkatkan kompetensi, berinovasi dalam pembelajaran, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat,” paparnya.
Pesan senada disampaikan Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir. Dia mengajak peserta didik memaknai kesempatan belajar sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas diri. Kebiasaan membaca. Baginya, merupakan pintu masuk untuk memperluas wawasan, mengasah daya pikir, sekaligus membangun kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan di masa depan.
“Biasakan membaca setiap hari. Membaca adalah jalan paling efektif untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, dan membangun kemampuan berpikir kritis. Masa depan kalian ditentukan oleh kesungguhan kalian dalam belajar hari ini,” ucap Samsuddin.
Sementara itu, Kadikbud Malut Abubakar Abdullab memandang hari pertama sekolah sebagai momentum memperkuat sinergi seluruh elemen pendidikan. Ia menilai keberhasilan membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
“Kami berharap semangat hari pertama masuk sekolah menjadi awal penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” tuturnya.
Abubakar menilai, kolaborasi tersebut menjadi dasar penting untuk menghadirkan satuan pendidikan yang mampu mencetak generasi Malut yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, daya saing, dan kesiapan menghadapi dinamika global sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Melalui kolaborasi tersebut, satuan pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi Malut yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” harap Abubakar. (red)
Sumber: Rilis Dikbud Malut

Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.