Wagub Malut Sarbin Sehe saat memberikan keterangan kepada wartawan usai pembukaan Road Race Piala Gubernur Malut 2026 sekaligus perkenalan logo HUT Malut ke-27 di Sofifi, Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: WARTASOFIFI.ID
Wagub Malut, Sarbin Sehe, membuka pembicaraan tentang usia Malut yang kini memasuki 27 tahun dengan menyoroti kondisi Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Pernyataan tersebut muncul saat pembukaan Road Race Piala Gubernur Malut 2026 sekaligus perkenalan logo HUT Malut ke-27.
“Kita bersyukur usia Maluku Utara sudah 27 tahun. Meski di usianya yang sudah 27 tahun, Sofifi masih begini-begini saja. Karena itu, kita terus membangun Kota Sofifi ini dan Maluku Utara pada umumnya,” tegasnya, di Sofifi, Kamis, 1 Oktober 2026.
Perhatian terhadap Sofifi kemudian mengarah pada pentingnya meningkatkan aktivitas di ibu kota provinsi. Sarbin melihat berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pemprov Malut dapat menjadi salah satu cara menghidupkan Sofifi. Ketika agenda pemerintahan, olahraga, dan kegiatan masyarakat lebih banyak berlangsung di Sofifi, aktivitas tersebut diharapkan menciptakan suasana kota yang lebih hidup sekaligus membuka peluang ekonomi untuk masyarakat setempat.
“Kita berharap semua kegiatan kita pusatkan di Sofifi ini, sehingga seperti kota yang lain, Sofifi bisa berkembang,” ujarnya dalam penyampaian arahannya terkait penguatan aktivitas di ibu kota provinsi.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Oktober juga memiliki konteks tersendiri. Dia menjelaskan kegiatan tersebut semula direncanakan sebagai bagian dari agenda HUT RI ke-81, lalu digeser dan ditempatkan dalam rangkaian HUT Provinsi Malut ke-27. Perubahan tersebut membuat berbagai agenda yang telah disiapkan dapat diarahkan untuk memperkuat perayaan ulang tahun provinsi sekaligus menghadirkan kegiatan yang berlangsung di Sofifi.
“Kami berharap kegiatan ini, yang dilakukan dalam rangka HUT RI ke-81, kemudian digeser ke HUT Provinsi ke-27,” jelas Sarbin.
Harapan terhadap Sofifi tidak berhenti pada peningkatan kegiatan pemerintahan. Sarbin juga mengaitkan perkembangan ibu kota provinsi dengan sektor olahraga yang memiliki potensi besar untuk menghadirkan aktivitas masyarakat. Keberadaan berbagai cabang olahraga di Malut dinilai dapat menjadi modal untuk menghadirkan kegiatan yang melibatkan banyak peserta sekaligus mendatangkan masyarakat dari berbagai wilayah.
“Kita juga berharap Sofifi terus berkembang dengan dinamis. Bahkan, Maluku Utara sudah memiliki sebagian besar cabang olahraga,” lanjut Sarbin saat berbicara tentang pengembangan Sofifi melalui aktivitas olahraga.
Untuk memastikan Sofifi benar-benar menjadi pusat aktivitas selama rangkaian HUT, Sarbin kemudian menyampaikan arahan kepada seluruh pimpinan OPD. Aktivitas perangkat daerah diminta lebih banyak dipusatkan di Sofifi dalam kurun waktu tertentu. Arahan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar jajaran Pemprov Malut ikut menciptakan suasana pemerintahan yang lebih aktif di ibu kota provinsi.
“Saya berharap kepada pimpinan OPD, mulai hari ini sampai 30 hari ke depan, seluruh aktivitas sedapat mungkin dipusatkan di Sofifi,” kata Sarbin saat meminta pimpinan OPD meningkatkan aktivitas di Sofifi.
Logo HUT Malut ke-27 tahun dengan tema “Tumbuhnya Harus Terasa”
Arahan tersebut juga disertai permintaan untuk mengurangi aktivitas pemerintahan di luar Sofifi selama rangkaian HUT Malut berlangsung. Sarbin ingin agenda peringatan ulang tahun provinsi dapat memberikan suasana berbeda di ibu kota. Konsentrasi kegiatan di Sofifi diharapkan membuat masyarakat dapat merasakan langsung peningkatan aktivitas pemerintahan dan berbagai kegiatan yang berlangsung sepanjang Oktober.
“Kita kurangi aktivitas di luar Sofifi dalam rangka HUT provinsi,” sambungnya.
Perhatian Sarbin kemudian menyentuh sektor UMKM yang berada paling dekat dengan pergerakan ekonomi masyarakat. Rangkaian HUT Malut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemerintahan maupun olahraga, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat. Kehadiran UMKM dalam berbagai kegiatan dinilai penting agar perputaran ekonomi dapat terjadi secara langsung di lokasi kegiatan.
“Kami juga berharap pelaku UMKM dilibatkan, sehingga rangkaian kegiatan HUT ini dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Sarbin saat menekankan keterlibatan pelaku UMKM.
Dorongan terhadap UMKM kemudian diperluas dengan harapan agar rangkaian kegiatan HUT mampu membantu pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Sarbin meminta Ketua Panitia HUT Malut ke-27, Marwan Polisiri, memastikan seluruh agenda Oktober dikoordinasikan secara maksimal. Koordinasi tersebut menjadi penting karena banyaknya kegiatan membutuhkan pengaturan yang baik agar pelaksanaannya berjalan lancar dan kesempatan bagi UMKM tetap terbuka.
“Kita berharap ekonomi kerakyatan itu bisa tumbuh. Karena itu, seluruh kegiatan di bulan Oktober kami berharap Ketua Panitia, Pak Marwan, agar dikoordinasikan secara maksimal,” tuturnya.
Penekanan terhadap koordinasi kembali disampaikan dengan tujuan memastikan seluruh kegiatan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sarbin menginginkan setiap agenda yang masuk dalam rangkaian HUT dapat dilaksanakan secara baik dan pada saat yang sama memberi tempat kepada UMKM untuk terlibat. Dengan begitu, kegiatan yang berlangsung di Sofifi dapat menciptakan aktivitas yang lebih luas dan dirasakan masyarakat.
“Agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan dapat melibatkan UMKM,” tambah Sarbin.
Gambaran sederhana mengenai perputaran ekonomi kemudian disampaikan Sarbin melalui contoh penjualan air mineral. Aktivitas masyarakat yang meningkat karena adanya berbagai kegiatan dapat memengaruhi kebutuhan pedagang kecil. Barang yang biasanya terjual dalam jumlah terbatas dapat mengalami peningkatan ketika jumlah orang yang datang dan beraktivitas di Sofifi bertambah.
“Yang biasanya Aqua atau air mineral laku hanya lima botol, namun dengan adanya berbagai rangkaian kegiatan HUT, bisa laku satu dus,” kata Sarbin saat menggambarkan dampak kegiatan terhadap transaksi pedagang kecil.
Contoh tersebut menunjukkan harapan agar kegiatan pemerintah dapat memberikan efek ekonomi yang terasa sampai ke tingkat masyarakat. Peningkatan penjualan produk sederhana seperti air mineral dapat menjadi bagian dari perputaran uang yang membantu pelaku usaha memperoleh tambahan pendapatan. Sarbin kemudian menghubungkan aktivitas tersebut dengan kondisi ekonomi keluarga dan masyarakat secara lebih luas.
“Sehingga dapat mendukung ekonomi keluarga dan ekonomi masyarakat,” paparnya.
Sektor olahraga kembali menjadi perhatian ketika Sarbin mendorong agar berbagai kegiatan olahraga dilaksanakan di Sofifi. Agenda olahraga dinilai memiliki daya tarik untuk menghadirkan peserta dan penonton dalam jumlah besar. Jika kegiatan tersebut berlangsung di ibu kota provinsi, aktivitas masyarakat juga dapat meningkat dan memberikan peluang kepada pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami berharap kegiatan-kegiatan olahraga agar dilaksanakan di Sofifi, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian tersebut kemudian bermuara pada harapan agar peringatan HUT Malut ke-27 memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Sarbin ingin kegiatan yang berlangsung selama Oktober tidak berhenti pada seremoni peringatan usia provinsi, tetapi mampu menghadirkan aktivitas yang menggerakkan masyarakat dan ekonomi lokal. Sofifi menjadi salah satu titik yang diharapkan mendapatkan manfaat dari konsentrasi kegiatan tersebut.
“Kita ingin seluruh rangkaian kegiatan HUT ini memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Sofifi dan Maluku Utara,” tandasnya. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.