Wagub Malut Sarbin Sehe saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), didampingi Sekda Samsuddin Abdul Kadir, Asisten II Sri Hatari, Kepala Bapenda, Kadis ESDM, Kasatpol PP, dan Karo Adpim di SPBU Sofifi, Senin 19 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)
Pemprov Malut memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir Desember 2026. Kepastian tersebut disampaikan di tengah pentingnya pasokan energi untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Jaminan ini menjadi kabar baik, tetapi ketersediaan stok juga harus diikuti distribusi yang lancar hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah kepulauan.
“Sampai akhir Desember, stoknya selalu ada,” jelas Asisten II Pemprov Malut, Sri Hatari, melalui telepon, Senin 19 Oktober 2026.
Ketersediaan BBM di terminal penyimpanan perlu berjalan seiring dengan kelancaran penyaluran ke SPBU dan penyalur resmi lainnya. Kondisi geografis Malut menuntut pengawasan distribusi yang konsisten agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Sebab, stok yang tersedia belum sepenuhnya menjawab persoalan apabila penyaluran ke wilayah yang membutuhkan mengalami hambatan.
“Mereka itu distribusi ke SPBU dan penyalur resmi lainnya, Pertashop, nelayan, agen minyak tanah, sehingga dapat terdistribusi ke masyarakat dengan baik,” ungkapnya.
Sri Hatari menegaskan, jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, dan Biosolar berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut perlu dibuktikan melalui kemudahan masyarakat memperoleh BBM di tempat masing-masing. Pengawasan terhadap distribusi dan pelayanan penyalur resmi menjadi bagian penting agar jaminan ketersediaan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang jelas, Pertalite, Pertamax, Biosolar, pokoknya semua aman, kita tidak khawatir, pokoknya aman,” tegasnya.
Pengawasan pasokan turut dilakukan melalui koordinasi Pemprov Malut bersama Pertamina. Sri Hatari bersama Kadis ESDM dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendampingi Wagub Malut mengunjungi Pertamina. Pada Minggu, 18 Oktober 2026 serta Senin, 19 Oktober 2026, rombongan juga melakukan kunjungan ke SPBU Sofifi dengan didampingi Kepala Bapenda, Zainab Alting.
“Saya bersama Kadis ESDM, Perindag mendampingi Pak Wagub ke Pertamina kemarin, dan hari ini kami melakukan kunjungan ke SPBU Sofifi turut mendampingi Pak Wagub ada Kepala Badan Pendapatan Daerah, Ibu Zainab Alting,” katanya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, stok BBM di Fuel Terminal (FT) Ternate berada dalam kondisi cukup dan aman, dengan ketahanan stok berkisar 6 hingga 16 hari. Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba melalui kapal MT PIS CEPU pada 21 Oktober dan MT KLAWOTONG pada 23 Oktober 2026. Jadwal kedatangan kapal menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan pasokan dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan.
“Saat ini disampaikan stok di FT Ternate dalam kondisi cukup dan aman dengan ketahanan stok 6–16 hari,” tandasnya.
Jaminan pasokan hingga akhir Desember membutuhkan kesinambungan pengiriman dan distribusi yang terjaga. Pemprov Malut bersama Pertamina perlu memastikan penyaluran berjalan sesuai kebutuhan, terutama di wilayah kepulauan yang bergantung pada transportasi laut. Masyarakat tentu berharap BBM tersedia dengan mudah tanpa antrean berkepanjangan atau kesulitan memperoleh bahan bakar.
“Adapun kedatangan kapal supply BBM adalah tanggal 21 MT PIS CEPU dan tanggal 23 MT KLAWOTONG,” pungkasnya. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.