Advertorial Ratusan Kader Gerindra Maluku Utara Kawal Program Prabowo

Ratusan Kader Gerindra Maluku Utara Kawal Program Prabowo

23
Ratusan peserta mengikuti upacara pembukaan Diklat Kader Laskar Gerindra Angkatan Pertama Tahun 2026 di Lapangan GOR, Kota Sofifi, Minggu, 18 Oktober 2026. Foto: Humas Gerindra Malut

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Laskar Gerindra Angkatan Pertama Tahun 2026 diikuti 300 peserta dari unsur kader Laskar Gerindra dan anggota DPRD. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Oktober 2026.

“Untuk itu, sekarang kami melakukan pendidikan dan pelatihan bagi seluruh kader Partai Gerindra dari seluruh desa, kurang lebih 300 peserta, dalam rangka untuk mengawal program Pak Prabowo,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Malut, Sahril Taher, saat membuka kegiatan di Lapangan GOR, Kota Sofifi, Minggu, 18 Oktober 2026.

Dari keseluruhan peserta, sebanyak 280 orang merupakan kader Laskar Gerindra, sedangkan 20 lainnya berasal dari unsur anggota DPRD. Kegiatan ini memuat agenda pendidikan dan pelatihan organisasi yang ditujukan untuk memberikan pembekalan kepada peserta mengenai tugas, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai kader partai.

“Untuk seluruh dewan pimpinan cabang, termasuk anggota DPRD kabupaten/kota, sebagai ketua DPD saya meminta kepada mereka untuk tetap berjuang sesuai tujuan partai,” ujar Sahril ketika menyampaikan arahan kepada pengurus dan kader Gerindra yang mengikuti pembukaan diklat di Sofifi.

Sahril mengingatkan peserta mengenai dasar perjuangan Gerindra yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, buruh, dan petani disebut sebagai bagian dari kelompok yang menjadi perhatian perjuangan partai.

“Sesuai dengan dasar Partai Gerindra ini didirikan oleh Pak Prabowo, yaitu berjuang untuk rakyat. Kami adalah pejuang untuk kaum miskin, kaum papa, kami adalah pejuang untuk buruh dan petani, kami ada di situ. Seluruh kader Partai Gerindra harus hadir,” ungkap Sahril saat menjelaskan pandangannya mengenai tanggung jawab kader dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Materi pengkaderan juga berkaitan dengan pembentukan sikap dan pemahaman organisasi. Sahril menekankan bahwa keanggotaan dalam Laskar Gerindra perlu disertai pendidikan dan pelatihan agar peserta memahami tugas yang akan dijalankan serta memiliki bekal dalam mengikuti kegiatan organisasi.

“Untuk menjadi seorang pejuang atau patriot di Partai Gerindra, maka yang bersangkutan harus dilatih melalui pengkaderan, yaitu pendidikan dan pelatihan,” tegas Sahril di hadapan peserta ketika menerangkan pentingnya proses pembentukan kader melalui pendidikan formal organisasi.

Selain materi kedisiplinan dan perjuangan partai, Sahril menyampaikan pesan mengenai penyebaran informasi di masyarakat. Para kader diminta berhati-hati dalam menerima maupun menyampaikan informasi, khususnya kabar bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Jangan percaya hoaks! Saudaralah yang menjadi ujung tombak untuk memberantas hoaks. Setelah kembali dari pelatihan ini, saudara adalah pejuang yang diharapkan oleh Bapak Prabowo Subianto untuk menegakkan kebenaran,” seru Sahril dalam arahannya kepada peserta Diklat Laskar Gerindra.

Sahril juga mengingatkan bahwa pembekalan yang diterima selama kegiatan perlu dipahami dan diterapkan oleh peserta ketika kembali ke lingkungan masing-masing. Pentingnya keterlibatan kader dalam kehidupan bermasyarakat turut ditekankan, termasuk menjaga komunikasi dengan warga dan menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Seluruh kader Partai Gerindra harus hadir,” tegas Sahril saat menyampaikan pesan kepada peserta agar menjalankan peran sebagai kader sesuai tanggung jawab organisasi dan memperhatikan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Sahril turut menyebut sejumlah program pemerintah yang menjadi perhatian Gerindra, di antaranya Kampung Nelayan Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Para kader diminta mengikuti perkembangan pelaksanaan program-program tersebut sebagai bagian dari keterlibatan partai dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Mulai dari program Kampung Nelayan Merah Putih di desa, program MBG, kami seluruh kader partai ini mengawal program Presiden,” kata Sahril ketika menjelaskan program pemerintah yang disebut dalam arahannya kepada kader Gerindra Malut.

Sahril juga menyinggung ketentuan organisasi yang mengatur sanksi bagi anggota yang melanggar aturan partai. Mekanisme penindakan telah tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Gerindra, dengan bentuk sanksi yang disesuaikan berdasarkan ketentuan internal.

“Sudah ada sanksi. Di dalam AD/ART kami ada SP1, SP2, yang terakhir pemecatan,” jelas Sahril ketika menerangkan ketentuan sanksi partai kepada peserta diklat. (red)

Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.