
TERNATE — Gubernur Malut Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe terus menunjukkan komitmen nyata dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Maluku Utara (Malut).
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Naker Fest Malut 2025, yaitu Pameran Bursa Kerja (Job Fair), yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Malut, di Sahid Bella Hotel Ternate, pada Selasa (20/05/2025) hingga Rabu (21/05/2025).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wagub Sarbin Sehe, dan ditandai dengan pemukulan gong. Job Fair 2025 mengusung tema “Bersinergi Menuju Pasar Kerja yang Inklusif”, yang bertujuan untuk membuka akses kerja seluas-luasnya bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, khususnya generasi muda yang sedang mencari pekerjaan.
Dalam sambutannya, Wagub Sarbin menyampaikan apresiasi kepada Dinas Nakertrans atas inisiatif dan pelaksanaan kegiatan strategis ini.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan, tetapi hadir memberikan solusi konkret, salah satunya melalui penyelenggaraan job fair ini.
“Pemerintah memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pameran Bursa Kerja ini. Kegiatan ini merupakan sarana penting untuk mengatasi persoalan pengangguran di Provinsi Maluku Utara, serta menjadi wujud sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan pasar kerja yang terbuka, inklusif, dan adil bagi semua,” tegas Sarbin Sehe.

Wagub juga menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Maluku Utara terus meningkat, seiring pertumbuhan sektor usaha dan industri yang tengah berkembang.
Ia mengimbau para pencari kerja agar memanfaatkan momentum dua hari ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keterampilan dan kompetensi yang dimiliki.
Job Fair 2025 ini membuka sebanyak 2.368 lowongan kerja, dengan partisipasi puluhan perusahaan lokal dan nasional dari berbagai sektor, seperti industri manufaktur, logistik, perdagangan, ritel, hingga jasa.
Perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan beragam posisi bagi pencari kerja, mulai dari lulusan SMA/SMK hingga sarjana.
Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Job Fair ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap visi dan misi Gubernur Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe, yang menargetkan penurunan angka pengangguran secara signifikan dalam lima tahun ke depan.
Menurut Marwan, kegiatan seperti ini menjadi solusi praktis dan efisien bagi masyarakat, serta mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggandeng lebih banyak mitra perusahaan dan memperluas cakupan program pelatihan kerja di masa mendatang.
Selain kegiatan utama berupa bursa kerja, Naker Fest Malut 2025 juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda penting, antara lain:
- Pemberian penghargaan Zero Accident kepada perusahaan mitra yang berhasil menjaga keselamatan kerja tanpa kecelakaan.
- Penyerahan Sertifikasi Profesi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) kepada para supervisor perusahaan.
- Penyerahan bantuan kendaraan roda tiga kepada sejumlah kabupaten/kota, yang diterima langsung oleh kepala dinas setempat.
- Penyerahan bantuan peralatan pelatihan kerja kepada Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dan Bursa Kerja Khusus (BKK), sebagai dukungan terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja dan Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan dan Pemagangan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta sejumlah mitra kerja, pimpinan OPD lingkup Pemprov Malut, Forkopimda, dan ribuan pencari kerja dari berbagai wilayah.

Menutup acara pembukaan, Wagub Sarbin Sehe turut mengunjungi sejumlah stand perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair, serta menyambangi stand kuliner dari pelaku usaha binaan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM), yang menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kewirausahaan.
Dengan diselenggarakannya Naker Fest Malut 2025, Pemprov Malut berharap dapat mempercepat proses penyerapan tenaga kerja, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan pasar kerja yang inklusif dan berdaya saing.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda di Maluku Utara mendapatkan akses yang adil untuk bekerja, berkembang, dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” pungkas Sarbin Sehe. (red)




