Pendidikan di Maluku Utara Lagi Naik Daun

84
Gubernur Malut Sherly Tjoanda (kanan) menghadiri Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025 di Sofifi, didampingi Kadikbud Abubakar Abdullah, sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para pendidik di Malut. WARTASOFIFI.ID/Rais Dero

Kadikbud Malut, Abubakar Abdullah, menyampaikan tingkat kelulusan siswa SMA, SMK, dan SMA Luar Biasa (SLB) di Provinsi Maluku Utara pada tahun ajaran 2025/2026 mencapai 98,91 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif terhadap kualitas pendidikan menengah di daerah sekaligus menunjukkan keberhasilan sekolah dan pemerintah dalam menjaga mutu pembelajaran hingga pelaksanaan ujian akhir.

“Pengumuman kelulusan tahun ini menjadi momentum penting bagi seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan menengah. Pemerintah daerah tentu memberikan apresiasi kepada para siswa atas kerja keras dan perjuangan mereka selama mengikuti proses pembelajaran hingga akhirnya dinyatakan lulus,” kata Abubakar.

Berdasarkan data Dikbud Malut, jumlah peserta ujian akhir jenjang SMA tercatat sebanyak 13.712 siswa di 222 sekolah. Dari total tersebut, sebanyak 13.627 siswa dinyatakan lulus atau mencapai 99,44 persen. Tingginya angka kelulusan tersebut menunjukkan kualitas pembelajaran di sekolah terus mengalami perkembangan positif berkat dukungan guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa.

“Capaian tingkat kelulusan SMA yang berada di atas 99 persen menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran di sekolah terus mengalami perkembangan positif. Ini menjadi hasil dari dedikasi para guru, kepala sekolah, serta dukungan orang tua yang terus mendampingi siswa selama proses pendidikan berlangsung,” terangnya.

Sementara itu, pada jenjang SMK, jumlah peserta ujian tercatat sebanyak 4.725 siswa dari 149 sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.625 siswa dinyatakan lulus atau mencapai 97,90 persen. Dikbud Malut menilai hasil tersebut cukup baik mengingat pendidikan kejuruan memiliki tantangan tersendiri dalam menyiapkan siswa memasuki dunia kerja.

“Pendidikan kejuruan memiliki tantangan yang berbeda karena siswa dipersiapkan untuk masuk ke dunia kerja maupun dunia industri. Karena itu, tingkat kelulusan SMK yang tetap tinggi menjadi bukti bahwa kompetensi dan keterampilan siswa terus mengalami peningkatan,” ungkap Abubakar.

Pada jenjang SMA Luar Biasa (SLB), seluruh peserta ujian yang berjumlah 65 siswa dari 13 sekolah dinyatakan lulus 100 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa layanan pendidikan inklusif di Maluku Utara terus berjalan dengan baik dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah maupun satuan pendidikan.

“Kami juga memberikan perhatian besar terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kelulusan 100 persen pada jenjang SLB menunjukkan bahwa sekolah dan para guru mampu memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal sesuai kebutuhan peserta didik,” paparnya.

Secara keseluruhan, jumlah lulusan SMA dan SMK di Provinsi Maluku Utara tahun ini mencapai 18.301 siswa dengan rata-rata tingkat kelulusan sebesar 98,91 persen. Pemprov Malut menilai capaian tersebut menjadi hasil nyata dari kerja sama seluruh elemen pendidikan dalam menjaga mutu pembelajaran di daerah.

“Keberhasilan mempertahankan tingkat kelulusan yang tinggi tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat yang selama ini terus mendukung proses pendidikan para siswa,” kata Abubakar lagi.

Abubakar berharap seluruh lulusan tahun ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja dengan membawa kompetensi dan keterampilan yang memadai sehingga mampu bersaing di masa mendatang. Dikbud Malut di bawah kepemimpinan Abubakar Abdullah juga kembali berharap para lulusan SMA dan SMK mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah melalui bekal kompetensi, keterampilan, dan karakter yang baik.

“Pemprov Malut berharap para lulusan SMA dan SMK tahun ini dapat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dengan bekal kompetensi, keterampilan, dan karakter yang baik agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” jelas Abubakar.

Selain menyampaikan apresiasi kepada siswa dan tenaga pendidik, Kadikbud Malut juga menegaskan kepada seluruh kepala sekolah agar mempercepat proses penerbitan ijazah bagi siswa yang telah dinyatakan lulus agar dokumen pendidikan tersebut dapat diterima tepat waktu untuk kebutuhan melanjutkan studi maupun keperluan administrasi lainnya.

“Kami meminta seluruh kepala sekolah agar mempercepat proses penerbitan ijazah sehingga para siswa dapat memperoleh dokumen pendidikan mereka tepat waktu untuk kebutuhan melanjutkan studi maupun keperluan administrasi lainnya,” cetusnya.

Dikbud Malut kembali mengingatkan seluruh sekolah penerima program BOSDA agar tidak melakukan pungutan biaya kepada siswa dalam proses pengambilan ijazah. Penegasan tersebut disampaikan karena ijazah merupakan hak setiap peserta didik yang wajib diberikan oleh pihak sekolah secara cepat, tepat, dan tanpa membebani siswa maupun orang tua dengan biaya tambahan.

“Kami menegaskan bahwa sekolah penerima BOSDA tidak diperkenankan membebankan biaya apa pun kepada siswa dalam proses pengambilan ijazah. Ijazah merupakan hak siswa sehingga harus diberikan secara cepat, tepat, dan tanpa pungutan,” tegas Abubakar. (red)