
WARTASOFIFI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara akan segera memulai pembangunan Jembatan Temadore, yang menjadi bagian dari prioritas agenda pembangunan infrastruktur daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Maluku Utara, Muhammad Sarmin S. Adam, mengungkapkan bahwa komitmen kuat untuk merealisasikan proyek ini terjalin setelah kunjungan Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.
Sarmin menjelaskan bahwa Jembatan Temadore kini telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Maluku Utara untuk periode 2025-2045. “Langkah selanjutnya adalah memasukkan program ini ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN),” ujarnya.
Pembangunan jembatan ini, yang menjadi bagian dari 45 program strategis yang akan diajukan Pemprov Maluku Utara ke pemerintah pusat, tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemprov, tetapi juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Sarmin menambahkan bahwa anggaran yang diusulkan untuk 45 program tersebut mencapai Rp3,2 triliun.
“Anggaran sebesar itu jauh melebihi kapasitas APBD Pemprov Maluku Utara. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk membiayai proyek-proyek besar, termasuk Jembatan Temadore dan Bandara Loleo,” tambah Sarmin. (red)




