Muhammad Abusama. Foto: Jainal Adaran for WARTASOFIFI.ID
Reses anggota DPRD Malut dari Fraksi Golkar, Muhammad Abusama, di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Halsel, menjadi kesempatan warga menyampaikan kebutuhan jalan lingkungan, drainase, seragam majelis taklim, arambena, hingga kursi GPM. Kehadiran Abusama yang akrab disapa Pak Amah mendapat sambutan masyarakat.
“Reses ini menjadi kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, terutama aspirasi pembangunan dan fasilitas masyarakat,” kata Abusama di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Halsel, Senin, 28 September 2026 malam.
Jalan lingkungan menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut. Abusama menjelaskan bahwa pembangunan jalan lingkungan berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Halsel. Penjelasan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya penempatan setiap aspirasi sesuai kewenangan pemerintahan yang menangani.
“Untuk jalan lingkungan itu kewenangan kabupaten, tetapi aspirasi masyarakat tetap akan saya kawal melalui koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Abusama kemudian memastikan akan membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten untuk membahas kebutuhan tersebut. Koordinasi dengan Bupati Halsel dan Dinas PUPR menjadi jalur yang akan ditempuh agar persoalan jalan lingkungan yang disampaikan warga Tomori tetap mendapat perhatian.
“Saya akan berkoordinasi dengan Pak Bupati dan Kadis PUPR Halmahera Selatan terkait kebutuhan jalan lingkungan yang disampaikan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Abusama juga menjelaskan pembagian kewenangan dalam pembangunan. Tidak seluruh kebutuhan masyarakat berada dalam kewenangan pemerintah provinsi, begitu pula kebutuhan tertentu harus ditangani pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa.
“Kita dibagi kewenangan. Ada kewenangan kabupaten, ada provinsi, dan ada kewenangan desa, sehingga setiap aspirasi perlu disampaikan kepada pemerintah yang memiliki kewenangan,” jelas Abusama.
Persoalan kemampuan anggaran daerah turut disinggung. Abusama menyebut APBD Pemprov Malut yang sebelumnya berada di kisaran Rp 3,5 triliun mengalami pemotongan hampir Rp 800 miliar setelah kebijakan terkait Transfer ke Daerah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan pembiayaan berbagai kebutuhan pembangunan.
“Kondisi anggaran pemerintah daerah memang menjadi tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan yang disampaikan masyarakat,” katanya.
Situasi serupa juga perlu dilihat dalam konteks Kabupaten Halsel. Karena itu, Abusama menilai setiap aspirasi harus dicarikan jalur penyelesaian melalui komunikasi dengan pemerintah sesuai kewenangan masing-masing.
“Kita akan cari jalan keluar. Aspirasi masyarakat harus dibicarakan dengan pemerintah sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.
Untuk kebutuhan yang berkaitan dengan pemerintah desa, Abusama menyatakan akan membicarakannya dengan DPMD. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencari jalur penyelesaian atas aspirasi yang tidak dapat langsung ditangani melalui kewenangan DPRD Malut.
“Nanti kita bicarakan dengan DPMD untuk mencari jalan keluarnya, sehingga kebutuhan masyarakat Tomori dapat dicarikan solusi,” jelasnya.
Kebutuhan seragam majelis taklim juga disampaikan masyarakat. Abusama meminta pengurus melakukan pendataan jumlah anggota sekaligus ukuran seragam yang diperlukan. Data tersebut akan menjadi bahan untuk menentukan bantuan yang dapat diberikan.
“Ibu kumpulkan anggota dan ukurannya, nanti kasih ke saya. Insyaallah saya bisa bantu untuk kebutuhan seragam majelis taklim,” kata Abusama.
Kebutuhan kursi GPM Tomori mendapat respons langsung. Abusama menyatakan akan memberikan bantuan pribadi sebanyak 50 buah kursi untuk mendukung kebutuhan jemaat. Bantuan tersebut diberikan secara pribadi karena pengadaan kursi tersebut tidak dapat menggunakan anggaran APBD.
“Kursi GPM Tomori, saya akan bantu 50 buah secara pribadi, karena ini tidak bisa menggunakan anggaran APBD,” tegasnya.
Perhatian Abusama juga menyentuh aktivitas pemuda Desa Tomori. Ia menyerahkan bantuan Rp 2 juta untuk mendukung pemuda mengikuti pertandingan sepak bola Bupati Cup. Dukungan tersebut menjadi bagian lain dari rangkaian aspirasi masyarakat yang mendapat respons dalam agenda reses.
“Untuk pemuda Tomori, saya memberikan bantuan Rp 2 juta untuk mendukung mereka mengikuti pertandingan sepak bola Bupati Cup,” ungkap Abusama. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.