Ketua Harian DPD Partai Golkar Malut, Ikram Malam Sangadji atau IMS, menjalankan mandat Ketua DPD Alien Mus, untuk membuka rangkaian Musda di sejumlah kabupaten dan kota. Bupati Halteng tersebut mengawal agenda konsolidasi organisasi melalui forum pemilihan kepemimpinan partai.
“Kemarin saya mendapat tugas dari Ibu Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara Alien Mus untuk membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Golkar Kota Ternate, yang dilaksanakan di Halmahera Ballroom, Hotel Bella Ternate.” Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi WARTASOFIFI.ID, Rabu, 14 Oktober 2026.
Musda menjadi ujian kedewasaan kader dalam merawat persatuan ketika perbedaan pilihan muncul di internal organisasi. Pemilihan kepemimpinan membutuhkan suasana kondusif agar proses demokrasi partai berlangsung dengan baik. Pesan tersebut disampaikan IMS saat membuka Musda VII Partai Golkar Kota Ternate.
“Dalam arahan, saya mengajak seluruh pengurus Partai Golkar Kota Ternate untuk tetap tenang, menjaga suasana tetap kondusif, dan mengedepankan kebersamaan demi kelancaran proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Ternate,” pesannya kepada kader Golkar Ternate.
Tema Musda VII Golkar Kota Ternate, Arah Baru Golkar Ternate, Solid, Merangkul, Menang, mengandung pesan tentang pentingnya persatuan dalam membangun kekuatan organisasi. Kemenangan politik membutuhkan kemampuan merangkul perbedaan, menjaga kepercayaan, dan memperkuat hubungan antarkader. Semangat tersebut sejalan dengan semboyan Golkar yang dibawa dalam agenda konsolidasi.
“Musda VII mengusung tema ‘Arah Baru Golkar Ternate, Solid, Merangkul, Menang’ dengan semangat ‘Golkar Solid, Indonesia Maju’,” jelas IMS mengenai tema Musda.
Musda VII Partai Golkar Kota Ternate turut dihadiri Wali Kota Ternate, Wakil Bupati Pulau Morotai, Sekretaris Daerah Kota Ternate, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa agenda organisasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.
“Turut hadir Wali Kota Ternate, Wakil Bupati Pulau Morotai, Sekda Kota Ternate, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya,” rincinya terkait kehadiran para undangan.
Agenda konsolidasi IMS berlanjut ke Kabupaten Halut. Dalam kapasitas sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Malut, ia membuka Musda VI DPD Partai Golkar Halut di Marahai Park Hotel. Penugasan tersebut memperlihatkan keterlibatan pengurus tingkat provinsi dalam mengawal agenda organisasi di tingkat kabupaten.
“Saya selaku Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara secara resmi membuka Musda VI DPD Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara yang bertempat di Marahai Park Hotel,” terang IMS.
Pelaksanaan Musda Halut didasarkan pada surat mandat yang diterbitkan Ketua DPD Partai Golkar Malut, Alien Mus. Dalam struktur organisasi, mandat menjadi landasan pelaksanaan tugas sekaligus penegasan tanggung jawab pengurus yang ditunjuk.
“Pelaksanaan tugas ini berdasarkan surat mandat M-004/DPD/GOLKAR-MU/X/2026 dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Ibu Hi. Alien Mus,” tegasnya terkait dasar penugasannya.
Pada 13 Oktober 2026, IMS juga menghadiri sekaligus membuka Musda V Partai Golkar Kabupaten Pulau Morotai di Aula DPRD Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan tersebut menambah rangkaian agenda konsolidasi yang dijalankannya mewakili Ketua DPD Partai Golkar Malut.
“Menghadiri sekaligus membuka Musda V Partai Golkar Kabupaten Pulau Morotai, mewakili Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, di Aula DPRD Kabupaten Pulau Morotai, 13 Oktober 2026,” tulis IMS dalam catatan kegiatannya di Pulau Morotai.
Rangkaian Musda di tiga wilayah memperlihatkan pentingnya konsolidasi dalam menjaga kesinambungan organisasi. Penguatan struktur, penyatuan persepsi, dan pemeliharaan hubungan antarkader menjadi unsur penting dalam menghadapi dinamika politik. IMS menempatkan persatuan sebagai modal untuk membangun organisasi yang semakin kuat.
“Konsolidasi organisasi, perkuat soliditas, satukan langkah untuk Golkar yang lebih maju,” serunya dalam pesan konsolidasi partai.
Peran Ketua Harian dalam rangkaian Musda juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara kepengurusan provinsi dan kabupaten atau kota. Konsolidasi perlu dilanjutkan dengan komunikasi dan kerja organisasi yang konsisten. Semangat persatuan menjadi pesan yang terus dibawa dalam setiap agenda tersebut.
“Golkar Solid, Indonesia Maju!” demikian slogan yang mengiringi agenda konsolidasi Golkar Malut.
Tantangan Golkar Malut setelah Musda ialah menerjemahkan keputusan organisasi menjadi kerja nyata. Soliditas perlu dibuktikan melalui koordinasi yang terjaga, keterlibatan kader, dan kemampuan menyerap aspirasi masyarakat. Pesan IMS tentang ketenangan dan kebersamaan di Kota Ternate menjadi pengingat bahwa perbedaan pilihan harus disikapi secara dewasa.
“Dalam arahan, saya mengajak seluruh pengurus Partai Golkar Kota Ternate untuk tetap tenang, menjaga suasana tetap kondusif, dan mengedepankan kebersamaan demi kelancaran proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Ternate,” tegas IMS dalam pesan persatuannya.
Pada akhirnya, keberhasilan konsolidasi tidak semata-mata diukur dari jumlah Musda yang terlaksana. Ukuran yang lebih penting terletak pada kemampuan organisasi menjaga persatuan, memperkuat kepemimpinan, dan menjalankan keputusan bersama setelah forum berakhir. Musda di Ternate, Halut, dan Pulau Morotai menjadi bagian dari proses tersebut.
“Golkar Solid, Indonesia Maju!” tutup IMS dengan menegaskan semangat persatuan partai Golkar.
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.