Ekonomi Harapan Besar Sarbin Sehe untuk Pramuka Maluku Utara

Harapan Besar Sarbin Sehe untuk Pramuka Maluku Utara

42
Wagub Sarbin Sehe, Ketua Kwarda Malut Muhammad Abusama, dan Pengurus Kwarda Malut berpose bersama anggota Pramuka Malut usai Apel Besar Pramuka 2026. Foto: Jainal Adaran for WARTASOFIFI.ID.

Wagub Malut, Sarbin Sehe, menyampaikan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 tingkat Nasional tahun 2026. Momentum tersebut menggambarkan perjalanan panjang Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air. Pesan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Gelar Apel Akbar HUT Pramuka ke-65 yang digelar Kwarda Malut di Sofifi, Sabtu, 5 September 2026.

“Selama 65 tahun, kita telah melalui perjalanan panjang Gerakan Pramuka yang dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Malut yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat,” ucap Sarbin.

Enam puluh lima tahun perjalanan Gerakan Pramuka juga menjadi kisah panjang tentang lahirnya berbagai generasi yang kemudian mengabdikan diri di tengah masyarakat. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui Pramuka telah menemani banyak orang dalam menjalankan tugas serta pengabdian pada berbagai bidang kehidupan.

“Dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan pemimpin, para pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan, relawan kemanusiaan, hingga berbagai profesi lainnya yang telah mengabdikan kemampuan terbaiknya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” katanya.

Memasuki usia ke-65, Gerakan Pramuka membawa tema “Mantapkan Langkah Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045”. Bagi Sarbin, tema tersebut memiliki pesan kuat agar nilai-nilai kepramukaan terus menjadi bagian dalam mempersiapkan generasi yang akan mengisi perjalanan bangsa menuju 2045.

“Hari Pramuka ke-65 dengan tema ‘Mantapkan Langkah Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045’ merupakan wujud komitmen nyata, termasuk Malut, dalam mengamalkan nilai-nilai Trisatya dan Dasadharma yang menjadi pedoman hidup setiap anggota Pramuka dan terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” ungkap Sarbin.

Peringatan Hari Pramuka juga tidak ingin dilihat sebagai kegiatan tahunan yang berakhir setelah upacara atau perayaan selesai. Semangatnya harus menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun karakter generasi bangsa.

“Oleh sebab itu, Hari Pramuka bukan hanya peringatan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai bagian utama menuju Indonesia Emas yang maju, berdaulat, bermartabat, serta sejahtera,” tegasnya.

Sarbin kemudian mengarahkan pesannya kepada anggota Pramuka yang disebutnya sebagai generasi penerus. Pendidikan kepramukaan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kader muda yang mampu menghadapi perubahan sekaligus menjawab berbagai persoalan yang berkembang.

“Adik-adikku yang saya banggakan, pendidikan kepramukaan terus berkembang setiap saat, tercipta dan menyelesaikan berbagai persoalan. Melalui momentum semangat Hari Pramuka, diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda penerus kepemimpinan Malut khususnya, dan kepemimpinan nasional di masa akan datang,” tuturnya.

Kader-kader muda tersebut diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Pramuka sebagai bagian dari karakter kehidupan. Trisatya dan Dasadharma menjadi pedoman untuk membangun etika, gotong royong, serta rasa kebangsaan.

“Mereka harus berpegang teguh pada Trisatya dan Dasadharma Pramuka sebagai landasan menumbuhkan karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia Emas di 2045,” ujarnya.

Sarbin juga menginginkan pengalaman yang diperoleh anggota Pramuka berkembang menjadi kemampuan yang nyata. Wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan mencoba sesuatu yang baru menjadi bekal yang harus terus diasah.

“Saya ingin Pramuka memiliki lebih dari pengalaman, tetapi mereka juga memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan keberanian untuk mencoba, serta gagasan yang dapat dikembangkan di gugus depan, sekolah, keluarga, dan masyarakat,” katanya.

Potensi yang ada di daerah, kata Sarbin, dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut. Kegiatan sederhana yang menyentuh kehidupan masyarakat dapat menjadi bentuk nyata pengabdian generasi muda.

“Kita semua berharap pengalaman tersebut dapat tumbuh menjadi kegiatan nyata sesuai potensi daerah, seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat, dan menghadirkan inovasi,” jelasnya.

Dari proses tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan ikut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Generasi yang dibutuhkan adalah generasi yang memiliki karakter sekaligus kemampuan untuk berdiri mandiri.

“Dengan demikian, Gerakan Pramuka dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian untuk bangsa dan negara,” kata Sarbin.

Memasuki bagian lain dari pesannya, Sarbin berbicara tentang harapan bangsa Indonesia menyambut satu abad perjalanan kemerdekaan. Generasi yang akan berada di masa tersebut harus dipersiapkan sejak hari ini.

“Saat ini bangsa Indonesia melalui kepemimpinan nasional menyiapkan berbagai skema untuk menyiapkan Indonesia terbaik memasuki satu abad nanti, yang kita sambut sebagai Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Generasi emas yang diharapkan bukan hanya unggul dalam kecerdasan, tetapi juga memiliki kesehatan, nilai kebangsaan, akhlak, moral, serta spiritualitas yang kuat. Keseimbangan tersebut dinilai penting dalam membentuk manusia yang mampu membawa bangsa menjadi lebih baik.

“Generasi yang betul-betul memiliki nilai kebangsaan yang utuh, sehat jasmani dan rohani, serta kemampuan intelektual yang sebanding dengan akhlak dan moral yang kuat serta nilai spiritual, menjadikan insan kamil dalam prospek kehidupan beragama,” ungkapnya.

Harapan tersebut menjadi semakin penting ketika berbagai persoalan kehidupan berbangsa masih terjadi. Sarbin menginginkan generasi muda tumbuh sebagai manusia yang memiliki integritas sehingga mampu melanjutkan pembangunan tanpa terjebak pada penyimpangan.

“Inilah generasi yang kita mimpikan bersama, generasi yang akan mampu melanjutkan estafet pembangunan nasional tanpa ada penyelewengan,” tegas Sarbin.

Di hadapan anggota Pramuka, Sarbin juga menyampaikan kegelisahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan yang masih terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Persoalan penyalahgunaan kekuasaan menjadi salah satu hal yang disampaikan secara terbuka.

“Kita hari ini sangat sedih terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, adik-adik sekalian. Di berbagai tempat dan dalam berbagai kegiatan, penyimpangan terus merajalela. Penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan berbagai hal telah menampakkan di hadapan kita semua,” katanya.

Kegelisahan tersebut tidak ingin menjadi alasan bagi generasi muda untuk kehilangan harapan. Sarbin justru mengajak anggota Pramuka menjaga optimisme serta mempersiapkan diri melalui pendidikan dan latihan agar kelak mampu mengambil peran dalam kehidupan bangsa.

“Hampir sebagian dari kita sudah pesimis, apakah kehadiran negara, kehadiran institusi pemerintahan masih mampu memperbaiki keadaan rakyat. Tapi saya mengajak kepada seluruh anggota Pramuka, kita tetap harus dengan semangat dan optimisme bahwa hari besok masih ada terang untuk kita sambut,” ucapnya.

Harapan itu kemudian diarahkan kepada para anggota Pramuka sebagai calon pemimpin masa depan. Sarbin menyebut berbagai jabatan strategis yang suatu saat dapat diisi oleh generasi yang kini sedang ditempa melalui pendidikan dan pengalaman.

“Di hadapan anak-anakku sekalian, kita semua berdoa dan berharap insyaallah ada yang menjadi Wagub, ada yang jadi Kapolda, ada yang jadi Dandim, ada yang jadi Pangab, ada yang jadi Ketua DPRD, dan berbagai macamnya. Di tangan kalianlah Indonesia akan baik-baik di masa akan datang,” pesannya.

Di tengah harapan besar tersebut, Sarbin memberikan pesan tegas agar generasi muda menjauhi narkoba. Bagi dia, menjaga masa depan berarti berani menolak sesuatu yang dapat menghancurkan kehidupan sejak dini.

“Karena itu, kesempatan ini saya ingin pesankan dua hal. Pertama, jauhi narkoba,” tegasnya.

Narkoba disebut sebagai ancaman yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial, agama, serta masa depan bangsa. Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan ikut mengambil bagian dalam upaya memerangi persoalan tersebut di Malut.

“Saya berharap Pramuka betul-betul, Pak Ketua dan seluruh jajarannya, memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Narkoba hari ini telah mencederai kehidupan kemanusiaan. Narkoba itu adalah musuh kemanusiaan, musuh agama, sekaligus musuh kebangsaan, termasuk kita di Malut,” ungkap Sarbin.

Selain menjauhi narkoba, Sarbin meminta generasi muda terus belajar serta memperkuat keterampilan. Pendidikan formal tetap penting, tetapi kemampuan yang diperoleh dari berbagai pengalaman juga akan menjadi bekal ketika menghadapi dunia yang terus berubah.

“Karena itu anak-anakku sekalian, jangan membunuh nasib masa depanmu dengan narkoba. Mari kita perangi narkoba. Yang kedua, teruslah belajar, hadirkan keterampilan yang mumpuni. Pendidikan formal yang kita lewati menjadi bagian dari masa depan kita, tetapi tidak semuanya selaras dengan ijazah yang kita miliki,” pesannya.

Pesan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa pengalaman pendidikan kepramukaan harus menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. Pramuka diharapkan tidak hanya membentuk anggota yang aktif dalam kegiatan, tetapi manusia yang siap mengabdi, berkarya, dan mengambil tanggung jawab ketika waktunya tiba.

“Karena itu, tuntunan dan pelajaran penting di Pramuka menjadi bekal di masa yang akan datang,” tutup Sarbin. (red)

Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.