
WARTASOFIFI.ID – Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi memperingati hari jadinya yang ke-8 pada Senin (13/1/2025). Dalam sebuah acara megah yang berlangsung di Aula Lantai 2 RSU Sofifi, perayaan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Maluku Utara. Acara ini turut dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, yang menekankan pentingnya inovasi dan sinergi dalam mendukung kemajuan layanan kesehatan.
Dengan tema “Berinovasi dan Bersinergi untuk Pelayanan Prima,” RSU Sofifi mengukuhkan komitmennya untuk terus menjadi pelopor transformasi kesehatan di wilayah ini. Tepat pukul 10.30 WIT, Pj Gubernur memasuki lokasi acara bersama Direktur RSU Sofifi, dr. Sylvia Umaternate, Kepala Dinas Nakertrans Marwan Polisiri, Kepala Dinas Kesehatan Idhar Sidi Umar, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Rahwan K. Suamba. Kehadiran mereka disambut hangat dengan Tarian Pantun Lalayon yang dibawakan oleh siswi SMP 5 Sofifi, sebuah persembahan budaya khas Maluku Utara yang memukau para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Samsuddin Abdul Kadir menyoroti pentingnya inovasi dan sinergi sebagai pondasi utama untuk mengembangkan sistem kesehatan yang tangguh.
“Inovasi adalah cara kita beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama dalam dunia kesehatan yang terus berkembang. Sementara itu, sinergi menciptakan harmoni dalam kolaborasi, yang sangat diperlukan untuk mencapai pelayanan prima,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa RSU Sofifi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat unggulan pelayanan kesehatan di Maluku Utara, tidak hanya sebagai rumah sakit yang memberikan layanan medis tetapi juga sebagai wadah kolaborasi untuk mendorong kemajuan di sektor kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSU Sofifi, dr. Sylvia Umaternate, berbagi kisah tentang awal berdirinya rumah sakit ini. RSU Sofifi resmi berdiri pada 12 Januari 2017 setelah memperoleh izin operasional. Sebelumnya, rumah sakit ini hanyalah unit kedua dari RSUD Chasan Boesoirie (CB) Ternate.
“Awalnya, banyak tantangan yang harus kami hadapi, terutama dalam hal kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Saat itu, pelayanan BPJS masih terbatas pada wilayah Ternate, sementara Sofifi berada dalam cakupan BPJS di Tidore. Oleh karena itu, kami harus membangun manajemen sendiri,” ungkapnya.
Setelah resmi beroperasi pada 2017, RSU Sofifi terus berkembang. Meski dihadapkan pada situasi sulit, termasuk pandemi COVID-19, rumah sakit ini berhasil menunjukkan komitmennya.
Bahkan pada tahun 2023, RSU Sofifi berhasil meraih akreditasi resmi yang menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Saat ini, rumah sakit ini telah memiliki hampir 400 pegawai dan melayani berbagai spesialisasi medis.
“Delapan tahun perjalanan ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik. Inovasi dan sinergi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak agar kami terus relevan di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks,” ujar dr. Sylvia dengan penuh haru.
RSU Sofifi tidak hanya berhasil bertahan, tetapi juga terus menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan. Pada tahun 2024, rumah sakit ini mendapatkan penghargaan dari Ombudsman sebagai salah satu instansi dengan pelayanan terbaik di Maluku Utara.
“Kami berusaha keras untuk memastikan pelayanan yang diberikan tidak hanya memenuhi standar biasa, tetapi juga memberikan keunggulan. Kami sadar, di masa depan, persaingan dengan rumah sakit swasta akan semakin ketat, sehingga inovasi harus menjadi budaya di RSU Sofifi,” tambah dr. Sylvia.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-8, RSU Sofifi menyelenggarakan lomba inovasi pelayanan publik yang mencakup empat kategori: ruangan terbaik, senam kreasi, flyer kesehatan, dan inovasi ruangan. Salah satu pemenang lomba adalah ruang Rawat Inap Kebidanan, yang dinilai sebagai ruangan terbaik dalam kategori tersebut.
Lebih jauh, RSU Sofifi menargetkan peningkatan fasilitas, termasuk operasionalisasi kamar operasi yang direncanakan siap pada pertengahan 2025.
“Kami sudah memiliki tenaga dokter spesialis, baik dalam bidang kandungan, bedah, maupun penunjang lainnya. Tinggal menunggu fasilitas tambahan untuk mendukung layanan ini,” jelas dr. Sylvia.
Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir mengapresiasi perjalanan RSU Sofifi yang telah menunjukkan kinerja luar biasa meskipun usianya masih muda. Ia menyoroti peningkatan jumlah pegawai dan pendapatan asli daerah (PAD) yang berhasil dicapai rumah sakit ini.
“Alhamdulillah, meskipun baru berusia delapan tahun, RSU Sofifi telah memberikan pelayanan yang setara dengan rumah sakit besar. Pendapatan PAD yang melampaui target menunjukkan kinerja yang sangat baik. Ke depan, kami akan terus mendukung pengembangan infrastruktur rumah sakit ini,” ujar Samsuddin.
Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran RSU Sofifi untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
“Kedisiplinan adalah kunci dalam memberikan pelayanan terbaik. RSU Sofifi berada di ibukota provinsi, dan kami akan berupaya menjadikannya sebagai rumah sakit unggulan di Maluku Utara,” tambahnya.
Delapan tahun keberadaan RSU Sofifi menjadi tonggak penting dalam sejarah pelayanan kesehatan di Maluku Utara. Dengan tekad untuk terus berinovasi dan bersinergi, RSU Sofifi telah membuktikan dirinya sebagai institusi yang tidak hanya melayani, tetapi juga menginspirasi.
Ke depan, RSU Sofifi berkomitmen untuk menjadi rumah sakit yang mampu bersaing di tingkat nasional, memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga menciptakan harapan dan kebahagiaan. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, RSU Sofifi siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang. (red)




