Sherly Tjoanda Optimalkan Program Umrah, Kuota jadi 72 Jamaah

117
Sherly Tjoanda

WARTASOFIFI.ID – Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bersama Wagub Sarbin Sehe, tidak hanya fokus menjalankan berbagai program pembangunan, tetapi kini juga menorehkan langkah nyata di bidang keagamaan dengan memberangkatkan 72 jamaah umrah dari Malut tahun 2025. Pelepasan resmi dilaksanakan oleh Wagub Sarbin Sehe di Asrama Haji Ngade, Senin (25/8).

Dalam sambutannya, Wagub Sarbin Sehe menyampaikan bahwa program umrah yang dilaksanakan Pemprov Malut masih banyak yang belum terpenuhi. Ia berharap Komisi IV DPRD Malut dapat mendorong pengembangan program ini agar masyarakat yang belum berkesempatan menunaikan ibadah umrah dapat terbantu melalui fasilitas pemerintah.

Menurutnya, animo masyarakat Indonesia, khususnya Maluku Utara, terhadap ibadah umrah terus meningkat, sementara kuota yang tersedia bagi provinsi ini masih terbatas, sehingga umrah menjadi salah satu alternatif spiritual yang penting.

Sarbin menjelaskan bahwa keberangkatan jamaah umrah tahun ini mengalami sedikit keterlambatan. Awalnya, jumlah keberangkatan hanya 40 orang, namun berkat kebijakan Gubernur Sherly Tjoanda, jumlah jamaah yang diberangkatkan akhirnya menjadi 72 orang.

“Anggaranya tidak kita tambah, orangnya yang kita tambah. Dinamika penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus dibenahi, sehingga tata kelola birokrasi yang lambat kita ubah menjadi birokrasi yang bersih dan melayani,” ujar Sarbin Sehe.

Lebih lanjut, Sarbin menambahkan bahwa peningkatan jumlah jamaah umrah menjadi 72 orang dapat dilakukan dengan mengurangi durasi tinggal di Makkah dan Madinah, sehingga jumlah keberangkatan bisa meningkat tanpa menambah anggaran.

Ia berharap doa para jamaah dapat memberikan keberkahan dan memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kinerja serta memperbaiki persepsi masyarakat terhadap pemerintahan.

Wagub Sarbin menekankan bahwa ibadah spiritual memiliki tiga dimensi penting. Pertama, memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai kesempurnaan seorang muslim. Kedua, nilai sosial, sehingga jamaah yang kembali dari tanah suci dapat menjadi teladan dan pilar kehidupan beragama di tengah masyarakat. Ketiga, aspek kemanusiaan, yang menunjukkan keberhasilan seseorang dalam menunaikan nilai-nilai agama dan sosial.

“Kami berharap bapak/ibu sekembali dari umrah, nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaannya meningkat, sehingga dapat menjadi panutan kehidupan beragama di tengah masyarakat, sekaligus merubah karakter dan perilaku masyarakat Maluku Utara menjadi lebih baik,” pungkas Sarbin.

Para jamaah umrah ini dijadwalkan memulai perjalanan ibadah pada 26 Agustus 2025 dan kembali ke Maluku Utara pada 5 September 2025.

Hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut antara lain Ketua Komisi IV DPRD Malut, Muhajirin Bailusy, Plt. Karo Kesra, Kadri Laetje, Kabiro Adpim Malut, Rahwan K. Suamda, Kepala TU Kemenag Malut, Kabag Agama Kesra Malut, para jamaah umrah, serta sejumlah undangan lainnya. (red)