Pj Gubernur Malut Kompak Bersama Pj Sekda dalam Perayaan Isra Mi’raj

125
Pj Gubernur Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, menyerahkan beasiswa kepada santri dan hafiz dalam peringatan Isra Mi’raj di Masjid Nurul Hasan, Sofifi, Jumat, 31 Januari 2024, sebagai dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan penghafal Al-Qur’an (Foto: Biro Adpim)

WARTASOFIFI.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1446 Hijriah/2025 Masehi dengan tema “Tingkatkan Iman dan Taqwa Melalui Isra Mi’raj”. Acara ini berlangsung khidmat di Masjid Nurul Hasan, Kantor Gubernur Malut, pada Jumat (31/1/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Malut Samsuddin Abdul Kadir, Pj Sekretaris Daerah Abubakar Abdullah, serta jajaran pejabat lainnya, termasuk asisten, staf ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ASN lingkup Pemprov Malut. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah dalam memperingati salah satu peristiwa penting dalam Islam.

Pj Gubernur Malut, Samsuddin Abdul Kadir, memberikan sambutan pada acara Isra Mi’raj, di Masjid Nurul Hasan

Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir tampak mengenakan kemeja koko dengan celana hitam, sementara Pj Sekda Abubakar Abdullah mengenakan jas hitam dipadukan dengan sarung.

Selain memperingati Isra Mi’raj, dalam acara ini juga dilakukan pengukuhan koordinator Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Pemprov Malut serta penyerahan beasiswa pendidikan kepada lima santri penghafal Al-Qur’an (Hafiz).

Beasiswa ini diberikan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap generasi muda yang berkomitmen dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.

UPZ sendiri memiliki peran penting dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari ASN di lingkungan Pemprov Malut.

Pj Sekda Malut, Abubakar Abdullah, menyerahkan beasiswa kepada santri dan hafiz dalam peringatan Isra Mi’raj di Masjid Nurul Hasan, Sofifi, Jumat, 31 Januari 2024, yang disaksikan langsung oleh Pj Gubernur Malut, Samsuddin Abdul Kadir, sebagai dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan penghafal Al-Qur’an (Foto: Biro Adpim)

Pengelolaan zakat yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung program sosial keagamaan di daerah.

Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini mengandung banyak hikmah bagi umat Islam.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir menekankan pentingnya salat sebagai tiang agama dan pondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.

“Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang sarat dengan hikmah. Kita belajar bahwa salat adalah tiang agama dan pondasi kehidupan seorang Muslim. Melalui peringatan ini, saya berharap kita semua dapat meningkatkan kualitas salat kita, menjadikannya lebih khusyuk dan penuh kesadaran,” ujar Samsuddin.

Ia juga menegaskan bahwa salat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan rohani yang memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

“Salat merupakan sarana berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, yang di dalamnya penuh dengan dzikir dan doa,” tambahnya.

Pj Gubernur Malut, Samsuddin Abdul Kadir dan Pj Sekda Abubakar Abdullah, berada ditengah-tengah ASN yang menghadiri acara Isra Mi’raj di Masjid Nurul Hasan

Selain itu, Samsuddin mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani sifat tawadhu, disiplin, ikhlas, dan jujur sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

“Dengan menanamkan sifat-sifat tersebut, kita dapat mendorong kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi momen mempererat silaturahmi antara masyarakat dan Pemprov Malut.

“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas salat kita. Dengan salat yang khusyuk, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Acara peringatan Isra Mi’raj ini juga diisi dengan hikmah Islam yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Bilal.

Dalam tausiyahnya, ia mengupas tema Isra Mi’raj tahun ini serta menekankan pentingnya menjadikan salat sebagai kebutuhan hidup.

“Salat adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT. Dalam salat, kita diajarkan untuk senantiasa bersyukur, sabar, dan tawakal. Dengan meningkatkan kualitas salat, kita tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Sang Khalik, tetapi juga dengan sesama manusia,” ujar Ustadz Muhammad Bilal.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun masyarakat yang religius dan berakhlak.

“Masyarakat Maluku Utara yang religius hanya dapat terwujud jika kita mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, seperti keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab,” tambahnya. (red)