Muhammad Abusama. Foto: Jainal Adaran for WARTASOFIFI.ID
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Malut, Muhammad Abusama, melalui Waka Bina Muda, Djafar Umar, menyampaikan bahwa Kwarda Malut menyiapkan Kemah Bakti sebagai bagian dari rangkaian memeriahkan HUT Malut ke-27. Kegiatan tersebut dirancang untuk memadukan pembinaan kepramukaan dengan aksi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan di Sofifi. Djafar menyampaikan hal tersebut melalui telepon pada Minggu, 4 Oktober 2026.
“Melalui Kwarda Malut, kita melaksanakan kegiatan Kemah Bakti dalam rangka memeriahkan HUT Malut ke-27,” jelas Djafar.
Kemah Bakti tersebut melibatkan peserta dari sejumlah pangkalan pendidikan serta unsur pendukung kegiatan. Komposisi yang disampaikan Kwarda Malut mencakup peserta, pembina pendamping, panitia dan Sanggar Kerja Dewan Kerja Daerah (DKD), dengan jumlah keseluruhan yang disebut mencapai 500 orang.
“Peserta sebanyak 450 orang, pembina pendamping 36 orang, serta panitia dan Sanggar Kerja Dewan Kerja Daerah (DKD) sebanyak 64 orang. Jadi, totalnya mencapai 500 orang,” terangnya.
Dari jumlah tersebut, unsur Pramuka yang mengikuti kegiatan juga berasal dari jenjang pendidikan menengah. Kwarda Malut menyebut keterlibatan peserta berasal dari 11 SMA, SMK dan MAN Cendekia. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pembinaan sekaligus partisipasi generasi muda dalam rangkaian HUT Malut ke-27.
“Pramuka yang kita libatkan sebanyak 350 orang dari 11 SMA, SMK, dan MAN Cendekia,” ungkap Djafar.
Pelaksanaan Kemah Bakti diharapkan memberikan kontribusi melalui sejumlah kegiatan yang bersentuhan langsung dengan lingkungan dan kehidupan sosial. Kwarda Malut menempatkan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan Pramuka terhadap peringatan HUT Malut ke-27.
“Kita berharap Kemah Bakti ini menjadi bagian dari dukungan Pramuka Malut dalam rangka memeriahkan HUT Malut ke-27,” ujarnya.
Tiga sasaran utama telah disiapkan dalam Kemah Bakti, yakni penghijauan, pembersihan kawasan pesisir dan kegiatan Pramuka Berzikir. Rangkaian tersebut memadukan aktivitas fisik dengan kegiatan nonfisik yang menjadi bagian dari pembinaan anggota Pramuka selama pelaksanaan kegiatan.
“Kita harapkan kegiatan ini bisa berhasil dan sukses dengan sasaran tiga kegiatan utama, yaitu penghijauan, pembersihan pesisir pantai, dan Pramuka Berzikir,” tuturnya.
Untuk kegiatan penghijauan, lokasi yang dipilih mencakup lingkungan Masjid Raya Sofifi dan Jalan Pramuka. Sementara kegiatan kebersihan diarahkan ke sejumlah kawasan pesisir, yakni Pelabuhan Feri, Pasar Galala dan Pelabuhan Speed. Penentuan lokasi tersebut membuat Kemah Bakti bersentuhan langsung dengan lingkungan publik di kawasan Sofifi.
“Untuk penghijauan, kegiatannya dilaksanakan di lingkungan Masjid Raya Sofifi dan Jalan Pramuka. Kemudian, pembersihan pesisir pantai dilaksanakan di Pelabuhan Feri, Pasar Galala, dan Pelabuhan Speed,” paparnya.
Kwarda Malut juga membagi rangkaian Kemah Bakti ke dalam kegiatan fisik dan nonfisik. Pramuka Berzikir ditempatkan sebagai kegiatan nonfisik, sedangkan aksi pembersihan pesisir dan penghijauan menjadi kegiatan fisik. Melalui rangkaian tersebut, Kemah Bakti diharapkan dapat memberi kontribusi nyata sekaligus memperkuat pembinaan kepramukaan dalam momentum HUT Malut ke-27.
“Khusus dalam Kemah Bakti ini, kegiatan kita terbagi menjadi kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan nonfisiknya adalah Pramuka Berzikir, sedangkan kegiatan fisiknya berupa pembersihan lingkungan pesisir pantai serta penghijauan di Masjid Raya Sofifi dan Jalan Pramuka,” pungkasnya. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.