
WartaSofifi.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku Utara (Malut) Yudhitya Wahab menghadiri sekaligus membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) terkait Pemenuhan Kebutuhan Infrasruktur Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) yang dilaksanakan oleh Direktorat Perwilayahan Kementerian Perindustrian RI, di Sahid Bela Hotel, Ternate, Kamis (13/6/2024).
Dalam sambutannya, Yudhi mengatakan bahwa Kawasan Industri merupakan Kawasan Produktif suatu wilayah, dimana kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang berdomisili pada wilayah tersebut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan, menurut dia, khususnya pada kawasan ini adalah infrastruktur sebagai pendukung kegiatan produksi dan distribusi. Karena, Provinsi Maluku Utara adalah wilayah yang memiliki potensi pada berbagai sektor. Dimana potensi tersebut mampu mendongkrak perekonomian daerah, salah satunya dengan potensi industri itu sendiri.
“Percepatan pembangunan industri merupakan hal utama yang dibutuhkan Provinsi Maluku Utara saat ini. Dengan demikian, diperlukan adanya suatu pengembangan infrastruktur yang memadai, yang dapat mendukung kawasan industri. Sehingga mampu menumbuhkan perekonomian yang terintegrasi dengan aktivitas pembangunan dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Nomor 14 Tahun 2015-2035, kata dia yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Maluku Utara, yaitu ada 5 poin.
Terdiri dari, Satu, Kawasan Industri Weda Bay, di Kabupaten Halmahera Tengah, Kedua, Kawasan Industri Pulau Obi, di Kabupaten Halmahera Selatan, Ketiga, Kawasan Industri Buli (PT. Feni), di Kabupaten Halmahera Timur, Keempat, Kawasan Industri EFI, di Kabupaten Halmahera Utara, dan Kelima, Kawasan Ekonomi Khusus atau biasa disebut KEK Morotai, di Kabupaten Pulau Morotai.
Bagi dia, dengan pesatnya pembangunan industri di Maluku Utara, maka dibutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, terkait Infrastruktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Pengembangan Klaster Industri, Pembiayaan dan Insentif, Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, dan Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan.
“Saya mengajak kepada seluruh peserta FGD untuk berpikir bersama untuk mencari jalan terbaik demi menjaga dan menjamin kualitas hidup masyarakat dan lingkungan di sekitar Kawasan Industri tersebut,” harap Yudhi.
Sumber: Rilis Disperindag Malut




