Perjalanan Kadikbud Malut, Abubakar Abdullah dan rombongan menuju SMA Kristen Nusa Damai di Posi-Posi Rao, Kabupaten Pulau Morotai, menggunakan perahu tradisional pada 29 September 2025. Mengenakan rompi hitam dan kacamata, hampir sebagian besar SMA dan SMK yang berada di pulau-pulau dan pelosok Malut telah didatanginya. Dok. Dikbud Malut.
Presiden Prabowo Subianto membahas tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia yang memiliki wilayah luas dan kondisi geografis beragam, termasuk Maluku Utara. Dalam pertemuan dengan sekitar 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prabowo menyebut sekitar 388 ribu sekolah tersebar hingga wilayah pegunungan dan pulau terluar.
“Indonesia punya 388 ribu sekolah, tidak salah. Nanti dicek, ya, ada di tengah gunung, ada di pulau terluar,” ungkap Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, 6 Agustus 2026.
Prabowo kemudian mempertanyakan bagaimana pemerintah dapat memastikan pendidikan terbaik diberikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, dengan luasnya sebaran sekolah dan tantangan geografis yang berbeda-beda, termasuk daerah pegunungan, kepulauan, hingga pulau-pulau terluar.
“Jadi, bagaimana memberikan pendidikan yang terbaik untuk Indonesia?” tanya Presiden dalam kesempatan tersebut.
Dalam pemaparannya, Prabowo turut menyinggung tantangan yang dihadapi kepala dinas pendidikan di daerah dalam melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil. Prabowo menyebut Kadikbud Malut, Abubakar Abdullah, serta Kadikbud Sulut sebagai contoh pejabat daerah yang menghadapi tantangan geografis dalam memantau sekolah-sekolah yang tersebar di pulau-pulau terpencil.
“Jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, bagaimana dia mengecek sekolah-sekolah di pulau-pulau terpencil?,” katanya.
Prabowo kemudian membandingkan tantangan pendidikan Indonesia dengan Singapura yang memiliki wilayah lebih kecil, sehingga pengawasan sekolah dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dalam perbandingan tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa Menteri Pendidikan Singapura dapat menjangkau sekolah-sekolah di seluruh wilayah negara tersebut.
“Jadi, kalau Singapura, oke, dia berhasil di satu kota. Menteri Pendidikan tinggal berkeliling seluruh Singapura. Itu wajar, dia bisa cek,” jelas Presiden. (red)
Bagi WARTASOFIFI.ID, berita adalah amanah, ditulis dengan ketelitian, dijaga dengan integritas, dan disampaikan dengan netralitas kepada masyarakat.